Rabu, 06 Juni 2012
Strategi Pemasaran Ritel
Nama:Pandu wiranegara
Kelas:3dd01
Npm:30208049
Tugas:Strategi Pemasaran Ritel
Strategi Pemasaran Ritel
Definisi Strategi Pemasaran Ritel :
Strategi pemasaran ritel adalah pemasaran yang mengacu kepada variabel, dimana pedagang eceran dapat mengkombinasikan menjadi jalan alternatif sebagai suatu strategi pemasaran untuk dapat menarik konsumen. Variabel tersebut umumnya meliputi faktor seperti : variasi barang dagangan dan jasa yang ditawarkan, harga, iklan, promosi, dan tata ruang, desain store, lokasi store dan merchanding (Retail marketing management, 2003). Untuk menjaga kelangsungan hidup serta kemajuan dan keunggulan dalam bisnis eceran yang semakin kompetitif, maka pengelola bisnis tersebut harus berupaya menerapkan strategi berupa program bauran penjualan eceran yang diharapkan memunculkan minat konsumen.
Strategi Pemasaran Ritel adalah pernyataan yang menjelaskan beberapa hal sebgai berikut:
• Pemilihan segmen pasar
• Penentuan format Ritel
• Pengembangan keunggulan bersaing
Bauran Ritel (Ritel Mix)
• Lokasi
• Promosi
• Produk (Keluasan dan Kedalaman serta keragaman produk)
• Personalia (Pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi)
• Presentasi (Tata Letak dan Suasana)
• Harga
Mengembangkanlan Keunggulan Bersaing yang dapat dipertahankan :
• Loyalitas Konsumen
• Lokasi
• Manajemen SDM
• Sistem Distribusi dan Informasi
• Barang Dagangan yang unik
• Hubungan para pedagang
• Layanan Konsumen
Loyalitas Konsumen :
• Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di lokasi ritel tertentu
• Loyalitas konsumen adalah metode yang paling penting dalam mempertahankan keuntungan dari pesaing
Beberapa cara membangun loyalitas konsumen :
• Mengembangkan strategi yang jelas dan tepat
• Menciptakan hubungan emosional dengan para konsumen melalui program loyalitas
• Salah satu program yang jelas dalam membangun citra di benak konsumen adalah perlunya menerapkan strategi positioning contoh: Hero membangun citra di benak konsumen, melalui pernyataan positioningnya “think fresh”
Lokasi
• Lokasi adalah faktor utama dalam pemilihan toko konsumen
• Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis ritel di masa y.a.d Manajemen SDM
• Para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen
Sistem Distrbusi dan Informasi :
• Ritel dapat mencapai efisiensi dengan mengembangkan sistem distribusi dan informasi yang baik Barang Dagangan yang unik :
• Beberapa ritel menyadari, keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan dengan mengembangkan merk merk berlabel privat (disebut sebagai merk toko) merupakan produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh ritel dan hanya tersedia di ritel tersebut
Hubungan para pedagang
• Hubungan yang kuat dengan para pedagang bisa mendapatkan hak-hak eklusif misalnya (1) untuk menjual barang-barang di suatu daerah (2) untuk memperoleh barang terbaik dan pengiriman yang singkat, dll
Layanan Konsumen
• Ritel harus mengembangkan secara komprehensif bentuk layanan yang akan diberikan kepada pelanggan
Strategi-strategi pertumbuhan
• Penembusan Pasar
• Perluasan Pasar
• Pengembangan Format Ritel
• Diversifikasi
Kesempatan Strategis dan Keunggulan Bersaing:
• Kesempatan Pertumbuhan Global
• Keunggulan Bersaing dalam
pertumbuhan global
Kunci Keberhasilan dalam pertumbuhan Global :
• Keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan secara global
• Kemampuan untuk menyesuaikan diri
• Budaya Global
• Kemampuan Finansial
Proses Perencaan Ritel Strategis:
• Langkah 1: Jelaskan Tujuan Bisnis/Misi Bisnis
• Langkah 2: Lakukan Audit Situasi
• Langkah 3:Temukan berbagai peluang strategis
• Langkah 4: Evaluasi berbagai peluang strategis
• Langkah 5: Tentukan tujuan-tujuan khusus dan alokasi berbagai sumber daya
• Langkah 6: Laksanakan strategi
• Langkah 7: Evaluasi Pengelolaan dan Buat Penyesuaian
Jumat, 20 April 2012
bab3
BAB III
METODE KERJA PRAKTIK
III.1. Tempat Kerja Praktik dan Periode Kerja Praktik
Setelah melalui proses pencarian yang memakan waktu beberapa lama, akhirnya penulis mendapatkan ijin persetujuan untuk melakukan kerja praktik di sebuah restoran untuk jangka waktu 2 (dua) minggu, dengan data-data sebagai berikut :
III.1.1. Tempat Kerja Praktik
Nama Usaha : Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur
Alamat : Jalan Terusan Trans Yogi ( Jln Alternatif) Km 1, Cibubur, Depok, Jawa Barat
Website : www.mangkabayan.com
e-mail : mang_kabayan@yahoo.com
Owner : PT Sumber Pangan Lestari
Manajer : Kusnadi
Prestasi : Pembayar Pajak Restoran Terbaik di Kota Depok selama beberapa tahun.
III.1.2 Periode Kerja Praktik
Waktu atau periode kerja praktik di Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur penulis lakukan selama 2 (dua) minggu atau 14 hari , dimulai pada tangal 18 Juli 2011 dan berakhir pada 1 Agustus 2010.
bab2
BAB II
TEMPAT KERJA PRAKTIK
II.1.1. Sekilas Mengenai Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur
Restoran Mang Kabayan pertama kali dirintis dan didirikan oleh seorang pengusaha bernama Robbyanto Leumuel. Sebelum membuka usaha kuliner ini, ia bekerja sebagai professional di perusahaan jaringan ritel yang cukup kuat di Jawa Barat, JOGJA Department Store. Robby pertama kali membuka usaha restorannya di Jln. Dr. Wahidin Sudirohusodo , Cirebon pada tahun 2000. Cirebon dipilih karena waktu itu di kota tersebut belum terdapat restoran besar yang representative untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota itu. Lokasi yang dipilih sangat strategis karena berada di pusat kota yang menjadi jantung kegiatan ekonomi dan pemerintahan Kota Cirebon. Di sekitarnya berlokasi kantor-kantor pemerintah daerah dan swasta, mal terbesar di Cirebon, stasiun kereta api dan pusat hotel. Di atas tanah seluas sekitar 600 m2 yang disewa, di atasnya didirikan bangunan restoran bercorak tradisional Sunda dengan bahan bangunan dominan dari unsur bambu dan kayu.
Nama Mang Kabayan dipilih karena restoran ini fokus menyajikan menu makanan dan minuman Sunda. Dengan menggunakan nama Mang Kabayan, orang akan mudah mengidentifikasi restoran ini bercorak dan menyajikan hidangan Sunda. Jenis menu masakan Sunda juga dipilih karena latar belakang Robbyanto yang lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat yang menjadi simpul budaya kuliner Sunda. Mang Kabayan adalah nama tokoh dalam cerita rakyat lokal Jawa Barat yang sangat terkenal. Mang Kabayan identik dengan figur jenaka, jujur, terbuka, polos dan suka menolong. Maka logo yang dipilih Restoran Mang Kabayan pun melambangkan tokoh tersebut dalam posisi gambar setengah badan mengenakan busana warna putih, peci hitam dipakai miring dan sarung kotak-kotak sedang mengacungkan jempol.
Warna dasar logo adalah merah yang mencolok dengan tulisan dasar, “Mang Kabayan, Masakan Sunda dan Hidangan Laut”. Namun Mang Kabayan tidak semata identik dengan nama tokoh dalam cerita rakyat Jawa Barat tersebut. Mang Kabayan juga memiliki makna yang di dalamnya tercermin visi yang akan dikembangkan dan diwujudkan ke depan. Mang Kabayan merupakan singkatan dari “Mangrupikeun Kabanggaan, Ngutamikeun Layanan”. Artinya Mang Kabayan hendak dibangun dan dikembangkan sebagai restoran berlandaskan tradisi kuliner Sunda yang menjadi kebanggan berdasarkan budaya usaha yang mengutamakan layanan yang prima.
Namun keterbatasan sumber dana menjadi salah satu kendala untuk langkah ekspansi tersebut. Peluang kemudian terbuka setelah Robby bertemu dengan seorang pengusaha property bernama Hendra yang memiliki lahan yang sangat strategis dan masih kosong di Jalan Terusan Trans Yogi, atau kemudian lebih terkenal dengan Jalan Alternatif Cibubur. Bersama satu orang pengusaha lain asal Cirebon bernama Robert, mereka bertiga kemudian membentuk PT Sumber Pangan Lestari. Di dalam perusahaan ini, mereka bertiga memiliki saham sama besar (33,33%).
PT Sumber Pangan Lestari memiliki visi dan misi sebagai berikut :
Visi
- Menjadi Jaringan Restoran yang menjadi Kebanggaan Masyarakat dengan Mengutamakan Pelayanan Kepada Pelanggan.
Misi
- Memberikan produk makanan dan minuman terbaik untuk tercapainya kepuasan masyarakat pelanggan.
- Memberikan nilai lebih terhadap setiap pembelanjaan konsumen pelanggan.
Perusahaan ini menjadi payung usaha Restoran Mang Kabayan Cibubur yang akan mereka dirikan, sedangkan Restoran Mang Kabayan Cirebon yang sudah ada sebelumnya kepemilikannya tetap di tangan pribadi Robbyanto. Di atas lahan sekitar 1000 m2, didirikan bangunan bernuansa tradisional Sunda dengan bahan bangunan dominan bambu seperti Mang Kabayan Cirebon. Dari total luas lahan tersebut sekitar 600 m2 untuk bangunan dan sisanya untuk sarana parkir dan bangunan-bangunan pendukung seperti gardu satpam dan tempat tunggu sopir.
II.1. 2. Menu Tradisional Sunda Sebagai Andalan
Dengan memilih strategi usaha restoran yang khusus menyajikan menu makanan dan minuman tradisional Sunda, maka ragam makanan dan minuman yang dijual pun lekat dan erat dengan kuliner etnis Sunda. Sunda adalah sebutan untuk kelompok suku atau etnis yang mendiami wilayah Jawa Barat dan Banten. Sunda merupakan kelompok etnis terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa.
Dalam tradisi kuliner mereka, masakan Sunda memiliki karakteristik yang khas yang membedakan dengan tradisi kuliner kelompok-kelompok etnis lain di Indonesia. Makanan Sunda dikenal luas dalam hal pemakaian bahan baku yang segar dengan dominasi aneka sayuran dan ikan air tawar. Tak ada masakan Sunda tanpa sayuran, baik yang dimasak maupun dijadikan lalapan. Sayuran-sayuran yang biasa ada dalam masakan Sunda antara lain kangkung, kol, bayam, daun singkong, genjer, kacang panjang, daun poh-pohan, terung dan sebagainya. Sayur-sayuran jenis ini biasanya dimasak dalam bentuk ditumis, dijadikan sayur asem atau disajikan dalam bentuk rebus dan mentah sebagai lalapan bersama sambal.
Jenis masakan lain yang tidak boleh ditinggalkan dalam sajian masakan Sunda adalah aneka pepes (tahu, jamur, ikan mas, peda, teri atau oncom) dan aneka sambal (dadak, oncom, terasi, mangga muda, udang, kecap dan sebagainya). Adapun untuk lauk pauk teman makan nasi, masakan Sunda memiliki banyak varian menu yang berasal dari bahan ikan air tawar, ayam, daging sapi dan ikan laut. Semua bahan baku sebelum dimasak harus melalui control menyangkut kesegaran, kebersihan, dan ukuran-ukuran kualitas lainnya.
Agar cita rasa makanan dan minuman betul-betul sesuai dengan cita rasa masakan Sunda, tenaga produksi atau tukang masak dan para staf dapur lainnya telah melalui proses seleksi yang ketat dan semua bekerja berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. Tenaga-tenaga dapur senior direkrut dari mereka yang sudah berpengalaman di usaha sejenis. Sedangkan staf dapur yunior direkrut dari karyawan yang sudah memiliki sedikit pengalaman atau staf baru yang kemudian dididik sendiri secara in house. Sebagian besar dari mereka berasal dari etnis Sunda seperti dari Tasikmalaya, Garut, Sumedang , Ciamis, atau Karawang. Untuk satu outlet restoran seperti Mang Kabayan Cibubur membutuhkan tenaga di bagian dapur sekitar 18 orang
II.1.3 Ekspansi Dengan Pola Waralaba
Sebagaimana disebutkan di atas, kehadiran Restoran Mang Kabayan di Jalan Alternatif Cibubur cukup fenomenal dan menjadi salah satu model restoran dengan menu masakan tradisional Indonesia (Sunda) yang sukses menarik konsumen. Bahkan karena keuntungan yang didapat dari operasional restoran ini cukup besar, pemilik PT Sumber Pangan Lestari, perusahaan yang menjadi payung usaha Restoran Mang Kabayan mampu menyisihkan sebagian keuntungan usaha tersebut untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembukaan cabang baru. Maka lahirlah Restoran Mang Kabayan Cabang Bintaro Jaya yang berlokasi di Jalan Veteran. Kinerja usaha Restoran Mang Kabayan yang sangat meyakinkan dan selalu ramai pengunjung menjadi wajar jika kesuksesan ini mengundang banyak orang , terutama mereka yang memiliki modal untuk mengajak kerja sama mengembangkan restoran ini dengan pola kerja sama waralaba (franchise).
Waralaba (franchise) adalah sebuah konsep kerja sama bisnis antara dua pihak dan menjadi salah satu aternatif pengembangan usaha (ekspansi) yang lahir pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Waralaba masuk ke Indonesia pada tahun 1970-an, namun baru berkembang pesat memasuki tahun 1980-an. Waralaba menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 42/2007 didefinisikan sebagai “ Hak khusus yang dimiliki orang perorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan / atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan / atau digunakan oleh pihak lain (orang atau badan hukum) berdasarkan perjanjian waralaba.” Berdasarkan pengertian di atas, maka waralaba mengandung dua unsure dasar, yaitu : 1) Sistem bisnis (dalam rangka pemasaran) yang telah terbukti berhasil. 2) Sistem bisnis tersebut dapat dimanfaatkan/ digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.
Kondisi itu menjadi pertimbangan pemilik PT Sumber Pangan Lestari, perusahaan yang menjadi payung usaha Restoran Mang Kabayan Cibubur saat memutuskan mengembangkan lebih lanjut Restoran Mang Kabayan Cibubur menjadi sebuah jaringan berdasarkan pola waralaba (franchise). Maka pada bulan Maret 2006 dibukalah outlet pertama Restoran Mang Kabayan denga kerja sama waralaba di Jalan Margonda Raya Depok. Dari Depok, roda ekspansi terus menggelinding ke kawasan Bumi Serpong Damai, Pondok Indah dan Harapan Baru Bekasi. Saat ini jaringan Restoran Mang Kabayan memiliki 6 ( enam) outlet, yaitu :
1) Restoran Pusat Mang Kabayan, Jln Alternatif Cibubur.
2) Restoran Mang Kabayan Bintaro, Jalan Veteran Bintaro Jakarta Selatan.
3) Restoran Mang Kabayan Depok, Jln Margonda Raya Depok
4) Restoran Mang Kabayan Pondok Indah, Jalan Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan.
5) Restoran Mang Kabayan BSD, Jln Raya Bumi Serpong Damai, Tangerang.
6) Restoran Mang Kabayan Bumi Harapan Indah, Kompleks Bumi Harapan Indah Bekasi.
Dari 6 (enam) outlet jaringan Restoran Mang Kabayan tersebut, empat outlet merupakan pengembangan berdasarkan pola waralaba, yaitu Depok, BSD, Pondok Indah, dan Harapan Indah. Sedangkan dua outlet lainnya (Cibubur dan Bintaro) merupakan cabang yang sahamnya dimiliki sendiri oleh PT Sumber Pangan Lestari (company owned).
bab 1
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia di manapun mereka berada. Dalam masyarakat tradisional, makan dan minum lebih untuk memenuhi kebutuhan tubuh dari rasa lapar dan haus. Mereka mencari bahan-bahan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh alam, baik berupa binatang buruan atau tanaman. Dengan teknik pengolahan dan bumbu-bumbu yang masih sangat sederhana, mereka menyajikan makanan dan minuman untuk anggota keluarga atau anggota komunitas mereka. Pengetahuan mengenai kandungan gizi dan vitamin yang terkandung dalam bahan makanan, teknik memasak yang bisa membuat rasa makanan dan minuman menjadi lezat dan cara penyajian yang menarik belum berkembang dengan baik.
Berbeda halnya dengan masyarakat moderen di mana urusan makan dan minum tidak hanya semata-mata untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Masyarakat moderen telah memberikan nilai lebih pada makanan dan minuman selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup (life style). Seiring dengan itu, berkembang pula ilmu membuat dan menyajikan makanan dan minuman (culinary) untuk memenuhi kebutuhan manusia moderen yang suka mencari hiburan di luar rumah bersama anggota keluarga dengan cara makan-makan di luar (dining out) , menjamu tamu atau relasi, baik dalam bentuk jamuan di rumah atau di tempat-tempat makan khusus yang kemudian dikenal sebagai rumah makan atau restoran.
Karena menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan dasar manusia, banyak orang meyakini bahwa bisnis makanan dan minuman tak akan pernah mati. Selagi manusia masih tinggal di muka bumi, mereka akan tetap membutuhkan makanan dan minuman. Dalam kondisi damai atau perang, dalam kondisi ekonomi suatu negara sedang baik atau tengah terkena krisis / resesi, semua orang tak akan melupakan makan dan minum. Karena itu, bisnis ini termasuk kebal krisis (recession proof).
Hal ini bisa ditunjukkan ketika Indonesia ditimpa krisis ekonomi yang sangat serius pada tahun 1997/1998, bisnis makanan dan minuman justru tumbuh pesat. Di Jakarta dan di berbagai kota besar muncul pusat-pusat jajanan yang dibuka oleh para pengusaha dadakan, yaitu para pekerja atau karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tempat kerjanya tutup atau bangkrut karena terkena krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter.
Memasuki tahun 2000-an, bisnis makanan dan minuman di Indonesia semakin tumbuh pesat. Selain didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus dan stabil , bisnis ini juga didorong oleh perkembangan selera konsumen. Iklim usaha rumah makan atau restoran yang sangat bagus ini dipengaruhi oleh beberapa factor. Pertama, memasuki era 2000-an liputan media massa, baik cetak dan elektronik terhadap dunia kuliner sangat pesat. Saat ini hampir semua stasiun TV, media cetak dan media online porsi pemberitaan atau tayangan yang cukup banyak mengenai dunia kuliner. Bahkan di media cetak ada media yang mempunyai spesifikasi khusus memuat berbagai hal mengenai dunia kuliner.
Kedua, sebagaimana telah disinggung di atas, dunia kuliner telah berkembang sebagai bagian dari gaya hidup (life style) manusia moderen. Maka berkembang semboyan YOU ARE WHAT YOU EAT. Apa yang Anda makan, menunjukkan siapa jati diri Anda dan mencerminkan citra dan status Anda di msyarakat. Banyak keluarga kelas menengah ke atas yang menyisihkan anggaran khusus yang dialokasikan untuk aktivitas makan-makan di luar bersama keluarga. Jika di waktu lalu pembicaraan-pembicaraan bisnis lebih banyak dilakukan di kantor, saat ini sudah umum jika pembicaraan bisnis antara satu orang dengan relasi atau mitra bisnisnya dilakukan di restoran atau tempat makan. Banyak pusat perbelanjaan atau mal yang di waktu lalu menempatkan tempat makan (food court) di tempat yang kurang strategis, saat ini banyak mal menengah ke atas yang menempatkan tempat makan di posisi yang sangat strategis dan didisain secara eksklusif. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat makan yang nyaman dan menyajikan menu-menu yang enak dan variatif. Ketiga, sebagian masyarakat menilai bahwa bisnis kuliner telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mendapat dukungan berupa iklim usaha dan berbagai macam aturan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya bisnis ini. Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, dunia kuliner telah berkembang sedemikian pesat dalam hal penciptaan aneka menu makanan dan minuman baru, teknik-teknik penyajian yang baru dan sebagainya.
Tak bisa dimungkiri bahwa usaha rumah makan, restoran atau kafe telah berkembang pesat di Indonesia dalam kurun 20 tahun belakangan ini. Di kota-kota besar selain banyak berdiri restoran yang dimiliki oleh pengusaha lokal dan nasional, belakangan juga banyak berdiri restoran yang menjadi cabang atau bagian dari jaringan restoran asing. Menurut data dari situs binaukm.com, jumlah restoran atau rumah makan di Indonesia pada tahun 2011 ini telah mencapai sekitar 250.000 unit. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 36.000 yang berbentuk badan hokum. Dari jumlah itu, hanya sekitar 10.000 yang masuk kategori usaha restoran yang mapan dan kuat. (binaukm.com).
marketing research+doc
Nama: Pandu Wiranegara
Kelas:3dd01
Npm:30208949
Tahap-tahap melakukan riset pemasaran
Written by Cut Haji Muna Kartika
Monday, 12 May 2008Untuk menyediakan informasi yang dapat diandalkan, riset pemasaran menggunakan metode yang sistematik dan obyektif. Sistematik dan obyektif mengandung arti bahwa riset pemasaran menggunakan beberapa tahap yang merupakan kesatuan logis sehingga hasilnya dapat diterima atau dipahami semua pihak. Penggunaan beberapa tahap dalam riset pemasaran ini diperlukan untuk menjamin agar informasi yang dihasilkan benar-benar valid. Namun demikian perlu dipahami bahwa tahap-tahap dalam riset pemasaran tidak bersifat baku sehingga tahapan di sini dimaksudkan sebagai kerangka yang memudahkan dan menjamin hasil riset sesuai dengan yang diharapkan.
Riset pemasaran terdiri dari 10 tahap yaitu:
a. Menetapkan masalah riset
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh periset dalam menetapkan masalah riset adalah:
1. Memperoleh pandangan klien mengenai masalah yang sebenarnya terjadi
2. Mempertimbangkan sumber dan jenis informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh klien
3. Mengkombinasikan masukan informasi dari pihak klien dengan periset
b. Penentuan desain riset
Desain riset akan menggambarkan perencanaan yang akan dilakukan dalam riset dan mengacu pada masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pada tahap inilah periset perlu merinci dengan detil prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab masalah riset dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan
Terdapat tiga jenis desain riset, yaitu:
1. Eksploratori à tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2. Deskriptif à tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu
3. Kausal à tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti
c. Metode pengumpulan data (primer atau sekunder)
Data primer adalah data asli yang dikumpulkan langsung oleh periset untukmenjawab masalah risetnya secara khusus
Cara mengumpulkan data primer adalah dengan:
1. Wawancara
2. Focus group discussion
3. Teknik proyeksi
4. Survei
5. Observasi
6. Eksperimen
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri. Artinya, periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannnya di lapangan.
d. Penentuan desain pertanyaan, skala dan alat analisis
Pada tahap ini periset perlu melakukan tiga aktivitas sebagai berikut:
1. Merancang pertanyaan atau kuesioner yang akan ditanyakan kepada pihak yang disurvey. Pertanyaan dalam kuesioner dapat bersifat terbuka ataupun tertutup
2. Merancang skala penilaian hasil kuesioner
3. Merancang alat analisis yang akan digunakan dalam menilai kuesioner
e. Menentukan metode pengambilan sampel dari populasi yang diteliti
f. Penulisan dan penyampaian proposal riset.
Pada tahap ini periset menyiapkan dokumentasi yang berisi:
1. Ringkasan eksekutif yang menyampaikan poin utama yang akan dijalankan dalam riset
2. Latar belakang masalah
3. Penentuan masalah dan tujuan riset
4. Pendekatan terhadap permasalahan dengan menampilkan literatur, teori atau pendekatan yang akan digunakan sebagai rujukan riset
5. Desain riset yang mencakup jenis data yang akan dikumpulkan dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
6. Analisis data dengan menguraikan cara menginterpretasikan data yang akan dianalisa
7. Pelaporan yang akan dihasilkan dari riset tersebut
8. Waktu dan biaya riset
9. Lampiran-lampiran yang diperlukan dalam riset, misalnya: format kuesioner
g. Pengumpulan data
h. Pengeditan, pengkodean, dan penginputan data
i. Analisis dan penginterpretasian hasil riset
j. Penulisan dan penyampaian laporan akhir
Kamis, 08 Maret 2012
Jurnal pemasaran 2
Riset Pemasaran
Analisis Jurnal 2 Ilmiah oleh: Nama: Pandu Wiranegara NPM : 30208949
1. Judul: " Analisa Efektifitas Iklan Media Televisi XYZ Menggunakan Epic Model
2 Latar Belakang Masalah : Dalam era teknologi dan persaingan pasar yang makin ketat sekarang ini, limpahan informasi dan terbukanya peluang untuk mengakses informasi membuat konsumen makin kritis dalam memilih produk. Agar dapat unggul dalam persaingan, salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumennya dimana salah satu wujudnya adalah melalui kegiatan pengiklanan (advertising).
Advertising yang tepat sasaran (efektif) dapat digunakan oleh perusahaan/ produsen dan biro iklan untuk mempengaruhi persepsi dan preferensi konsumen terhadap berbagai merek produk di pasar yang pada akhirnya juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen untuk memilih produk. Selain sebagai alat penyampaian pesan (informasi), advertising yang dilakukan haruslah mampu bersaing dengan berbagai kegiatan periklanan perusahaan pesaing serupa untuk memenangkan minat konsumen serta mempertahankan image perusahaan itu sendiri.
3. Masalah : Dari sisi konsumen, iklan (advertising) sendiri dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk, maupun atribut lainnya yang berkaitang dengan suatu produk (Durianto:2003). Sebaik apapun kualitas suatu produk jika tidak diikuti dengan informasi yang tepat tentang keberadaan produk tersebut di pasar (market), maka kecil sekali peluang bagi produk untuk dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Dengan informasi sempurna yang dimiliki konsumen akan keadaan pasar dan produk-produk di dalamnya maka akan berpengaruh terhadap tingkat persaingan di pasar, dan sebaliknya keterbatasan informasi akan kondisi (harga, kualitas, dll) produk-produk di pasar menyebabkan tiap-tiap produsen memiliki kurva demand (permintaan) yang menunjukkan kemiringan negatif yang mampu menimbulkan market power (kuasa pasar) bagi setiap produsen.
4. Tujuan Riset : Menganalisa Efektiftas iklan mengunakan epic model
5. Kesimpulan : Masyarakat sekarang lebih tertarik dengan iklan menggunakan model agar bisa menarik peminat masyarakat..
6. Sumber: http://www.skripsimanajemenpemasaran.com/analisa-efektifitas-iklan-media-televisi-xyz-menggunakan-epic-model/
Analisis Jurnal 2 Ilmiah oleh: Nama: Pandu Wiranegara NPM : 30208949
1. Judul: " Analisa Efektifitas Iklan Media Televisi XYZ Menggunakan Epic Model
2 Latar Belakang Masalah : Dalam era teknologi dan persaingan pasar yang makin ketat sekarang ini, limpahan informasi dan terbukanya peluang untuk mengakses informasi membuat konsumen makin kritis dalam memilih produk. Agar dapat unggul dalam persaingan, salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumennya dimana salah satu wujudnya adalah melalui kegiatan pengiklanan (advertising).
Advertising yang tepat sasaran (efektif) dapat digunakan oleh perusahaan/ produsen dan biro iklan untuk mempengaruhi persepsi dan preferensi konsumen terhadap berbagai merek produk di pasar yang pada akhirnya juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen untuk memilih produk. Selain sebagai alat penyampaian pesan (informasi), advertising yang dilakukan haruslah mampu bersaing dengan berbagai kegiatan periklanan perusahaan pesaing serupa untuk memenangkan minat konsumen serta mempertahankan image perusahaan itu sendiri.
3. Masalah : Dari sisi konsumen, iklan (advertising) sendiri dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk, maupun atribut lainnya yang berkaitang dengan suatu produk (Durianto:2003). Sebaik apapun kualitas suatu produk jika tidak diikuti dengan informasi yang tepat tentang keberadaan produk tersebut di pasar (market), maka kecil sekali peluang bagi produk untuk dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Dengan informasi sempurna yang dimiliki konsumen akan keadaan pasar dan produk-produk di dalamnya maka akan berpengaruh terhadap tingkat persaingan di pasar, dan sebaliknya keterbatasan informasi akan kondisi (harga, kualitas, dll) produk-produk di pasar menyebabkan tiap-tiap produsen memiliki kurva demand (permintaan) yang menunjukkan kemiringan negatif yang mampu menimbulkan market power (kuasa pasar) bagi setiap produsen.
4. Tujuan Riset : Menganalisa Efektiftas iklan mengunakan epic model
5. Kesimpulan : Masyarakat sekarang lebih tertarik dengan iklan menggunakan model agar bisa menarik peminat masyarakat..
6. Sumber: http://www.skripsimanajemenpemasaran.com/analisa-efektifitas-iklan-media-televisi-xyz-menggunakan-epic-model/
Jurnal pemasaran
Riset Pemasaran
Analisis Jurnal 1 Ilmiah oleh: Nama: Pandu Wiranegara NPM : 30208949
1. Judul: " Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk XYZ
2. Latar Belakang Masalah : Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bervariasi saat ini sudah semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya produk-produk makanan yang dijual di pusat-pusat penjualan produk makanan. Kesadaran ini dipengaruhi oleh semakin majunya teknologi informasi di bidang pangan, sehingga masyarakat atau konsumen lebih aware terhadap segala perubahan yang ada. Perubahan-perubahan ini ternyata secara tidak langsung mengubah selera dan kebiasaan masyarakat akan produk pangan yang dikonsumsinya.
3. Masalah : Tingginya aktivitas masyarakat yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan masyarakat ini menyebabkan pola konsumsi pangan masyarakat berubah. Perubahan pola atau gaya hidup, juga menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan pola konsumsi. Misalnya, orang zaman sekarang semakin sibuk dengan jam kerja lebih panjang, mendorong mereka untuk memilih makanan yang penyajiannya lebih praktis tapi tetap beragam. Perkembangan konsumsi makanan instan yang berbasis gandum ini dari tahun ke tahun memperlihatkan tren yang positif dan semakin berkembang
4. Tujuan Riset : Mengetahui Respon konsumen terhadapa mie instan
5. Kesimpulan : Masyarakat sekarang lebih banyak mengkonsumsi makan cepat saji seperti mie instan dari pada makanan yang di masak terlebih dahulu karena bisa membuat memakan waktu bagi konsumen tersebut..
6. Sumber: http://www.skripsimanajemenpemasaran.com/respon-konsumen-terhadap-mie-instan-produk-xyz/
Analisis Jurnal 1 Ilmiah oleh: Nama: Pandu Wiranegara NPM : 30208949
1. Judul: " Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk XYZ
2. Latar Belakang Masalah : Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bervariasi saat ini sudah semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya produk-produk makanan yang dijual di pusat-pusat penjualan produk makanan. Kesadaran ini dipengaruhi oleh semakin majunya teknologi informasi di bidang pangan, sehingga masyarakat atau konsumen lebih aware terhadap segala perubahan yang ada. Perubahan-perubahan ini ternyata secara tidak langsung mengubah selera dan kebiasaan masyarakat akan produk pangan yang dikonsumsinya.
3. Masalah : Tingginya aktivitas masyarakat yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan masyarakat ini menyebabkan pola konsumsi pangan masyarakat berubah. Perubahan pola atau gaya hidup, juga menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan pola konsumsi. Misalnya, orang zaman sekarang semakin sibuk dengan jam kerja lebih panjang, mendorong mereka untuk memilih makanan yang penyajiannya lebih praktis tapi tetap beragam. Perkembangan konsumsi makanan instan yang berbasis gandum ini dari tahun ke tahun memperlihatkan tren yang positif dan semakin berkembang
4. Tujuan Riset : Mengetahui Respon konsumen terhadapa mie instan
5. Kesimpulan : Masyarakat sekarang lebih banyak mengkonsumsi makan cepat saji seperti mie instan dari pada makanan yang di masak terlebih dahulu karena bisa membuat memakan waktu bagi konsumen tersebut..
6. Sumber: http://www.skripsimanajemenpemasaran.com/respon-konsumen-terhadap-mie-instan-produk-xyz/
Manajemen RITEL
Manajemen Ritel
Nama : Pandu Wiranegara
Kelas : 3DD01
NPM : 30208949
Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Ritel atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi ritel juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko.
Trend Industri Ritel
Industri ritel berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari
1. Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel.
2. meningkatnya konsentrasi industri.
3. Globalisasi dan
4. Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.
Hal - hal penting yang harus diperhatikan dalam bisnis Ritel untuk mengembangkan keunggulan bersaing :
1. Loyalitas Konsumen Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di lokasi Ritel tertentu. Mempunyai konsumen yang loyal adalah metode yang penting dalam mempertahankan keuntungan dari para pesaing, jika mmeiliki konsumen yang loyal brarti konsumen memiliki keengganan untuk menjadi pelanggan pada Ritel - Ritel pesaing
2. Program Loyalitas Program loyalitas adalah bagian dari keseluruhan manajemen hubungan antar konsumen, Program ini sudah umum dijalankan dalam bisnis Ritel, program loyalitas bekerja sama dengan manajemen hubungan pelanggan / Customer Relationship Marketing ( CRM ) . Anggota - anggota program loyalitas diketahui saat mereka membeli, karena mereka menggunakan beberapa tipe kartu loyalitas, informasi pembelian disimpan dalam database yang besar, dari dari database dapat diketahui jenis - jenis barang apa yang dibelioleh konsumen, dengan mengunakan cara ini pelaku Ritel dapat menyesuaikan berbagai penawaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang loyal dengan baik. Beberapa pelaku Ritel yang telah mengunakan program ini seperti : Alfa dengan AFC ( Alfa Family Club ), Carrefour dengan Kartu Belanja ( KB ) Carrefour, Maatahari dengan MMC (Matahari Club Card ), dan masih banyak contoh lainnya.
3. Lokasi
Lokasi adalah factor utama dalam pemilihan untuk Konsumen, Ini juga keunggunlan bersaing yang tidak mudah ditiru. Contohnya Starbucks , mereka menciptakan keberadaan pasar yang sulit untuk disaingi, Carrefour, mereka selalu menentukan lokasi yang selalu strategis. Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu :
- Merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat mengurangi fleksibilitas masa depan Ritel itu sendiri. c. Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis Ritel dimasa yang akan dating, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan toko saat awal ataupun masa yang akan datang.
- Penentuan lokasi dalam bisnis Ritel dapat dimulai dengan memilih komunitas, keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomi dan stablitas maupun persaingan serta iklim politik . selain itu juga geografis sangat menentukan .
4. Manajemen Sumber Daya Manusia Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif, para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen.
5. Sistem Distribusi & Informasi Semua Ritel berusaha untuk mengelola usaha secara efisien, mereka terus memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada saat yang sama member konsumen barang-barang dengan harga lebih baik dari pada pesaingnya atau memutuskan utnuk mengunakan kesempatan guna menarik perhatian konsumen dari para pesaing dengan menawarkan jasa, barang, dan penyajian visual yang lebih baik.
6. Barang - barang yang Unik Mengembangkan merek-merek berlabel ( juga disebut merek-merek toko ) yang merupakan produk - produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Ritel dan hanya tersedia dari Ritel tersebut.
7. Layanan Konsumen Dibutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan reputasi untuk layanan konsumen, karena layanan konsumen yang bagus merupakan asset strategis yang sangat berharga.
Pengelompokan Ritel berdasarkan unsur-unsur yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen:
1. Jenis barang yang dijual
(mis: toko olahraga, toko buku, dll)
2. Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual
(jumlah kategori barang dan jumlah yang berbeda dalam satu
kategori barang)
3. Tingkat Layanan Konsumen
(disesuaikan dengan segmen, ada layanan antar yang gratis
dan ada yang tidak)
4. Harga
(Harga berbeda, untuk layanan/keragaman berbeda)
Berdasarkan unsur-unsur tsb, ritel dapat dikelompokkan sbb:
• Supermarket Tradisional
menjual makanan, daging, serta produk makanan lainnya, serta
melakukan pembatasan penjualan pada produk-produk non
makanan, spr produk kesehatan, kecantikan, dan produk umum
lainnya
• Big-Box Retailer
Supermarket yang dikembangkan dengan ukuran tempat
yang lebih besar serta variasi produk yang lebih banyak
Big-Box Retailer
• Convenience Store
(luas <350m2, produk kebutuhan sehari-hari, jumlah barang 3000-4000)
• Supermarket
(luas 1.500-3000m2, jumlah barang 8000-12.000)
• Supercentre
(luas>3000-10.000m2, jumlah barang 12.000-20.000)
• Warehouse
(luas >13.000m2, jumlah barang 5000-8000)
• Hypermarket
(>18.000m2, jumlah barang >25.000)
Pengelompokan berdasarkan Sarana yang digunakan :
1. Penjualan melalui toko
2. Penjualan tidak melalui toko:
- Ritel Elektronik
- Katalog dan pemasaran surat langsung
- Penjualan langsung
- Television home shoping
- Vending Machine Retailing
Pengelompokan Retail berdasarkan kepemilikan :
• Pendirian toko tunggal atau mandiri
• Jaringan perusahaan
• Waralaba
Bisnis Retail di Indonesia:
• Indomaret
• Alfa Retailindo
• Hero Supermarket
• Matahari Putra Prima
• Panen Lestari Internusa (Sogo)
• dll
Fungsi Ritel :
A. Menyediakan berbagai jenis produk
dan jasa
B. Memecah (memecah beberapa ukuran
produk menjadi lebih kecil)
C. Penyimpan persediaan
D. Penyedia jasa
E. Meningkatkan nilai produk dan jasa
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1876530-konsultan-ritel-bisnis-retail-manajemen/#ixzz1oWiyYykW
Nama : Pandu Wiranegara
Kelas : 3DD01
NPM : 30208949
Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Ritel atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi ritel juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko.
Trend Industri Ritel
Industri ritel berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari
1. Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel.
2. meningkatnya konsentrasi industri.
3. Globalisasi dan
4. Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.
Hal - hal penting yang harus diperhatikan dalam bisnis Ritel untuk mengembangkan keunggulan bersaing :
1. Loyalitas Konsumen Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di lokasi Ritel tertentu. Mempunyai konsumen yang loyal adalah metode yang penting dalam mempertahankan keuntungan dari para pesaing, jika mmeiliki konsumen yang loyal brarti konsumen memiliki keengganan untuk menjadi pelanggan pada Ritel - Ritel pesaing
2. Program Loyalitas Program loyalitas adalah bagian dari keseluruhan manajemen hubungan antar konsumen, Program ini sudah umum dijalankan dalam bisnis Ritel, program loyalitas bekerja sama dengan manajemen hubungan pelanggan / Customer Relationship Marketing ( CRM ) . Anggota - anggota program loyalitas diketahui saat mereka membeli, karena mereka menggunakan beberapa tipe kartu loyalitas, informasi pembelian disimpan dalam database yang besar, dari dari database dapat diketahui jenis - jenis barang apa yang dibelioleh konsumen, dengan mengunakan cara ini pelaku Ritel dapat menyesuaikan berbagai penawaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang loyal dengan baik. Beberapa pelaku Ritel yang telah mengunakan program ini seperti : Alfa dengan AFC ( Alfa Family Club ), Carrefour dengan Kartu Belanja ( KB ) Carrefour, Maatahari dengan MMC (Matahari Club Card ), dan masih banyak contoh lainnya.
3. Lokasi
Lokasi adalah factor utama dalam pemilihan untuk Konsumen, Ini juga keunggunlan bersaing yang tidak mudah ditiru. Contohnya Starbucks , mereka menciptakan keberadaan pasar yang sulit untuk disaingi, Carrefour, mereka selalu menentukan lokasi yang selalu strategis. Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu :
- Merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat mengurangi fleksibilitas masa depan Ritel itu sendiri. c. Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis Ritel dimasa yang akan dating, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan toko saat awal ataupun masa yang akan datang.
- Penentuan lokasi dalam bisnis Ritel dapat dimulai dengan memilih komunitas, keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomi dan stablitas maupun persaingan serta iklim politik . selain itu juga geografis sangat menentukan .
4. Manajemen Sumber Daya Manusia Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif, para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen.
5. Sistem Distribusi & Informasi Semua Ritel berusaha untuk mengelola usaha secara efisien, mereka terus memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada saat yang sama member konsumen barang-barang dengan harga lebih baik dari pada pesaingnya atau memutuskan utnuk mengunakan kesempatan guna menarik perhatian konsumen dari para pesaing dengan menawarkan jasa, barang, dan penyajian visual yang lebih baik.
6. Barang - barang yang Unik Mengembangkan merek-merek berlabel ( juga disebut merek-merek toko ) yang merupakan produk - produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Ritel dan hanya tersedia dari Ritel tersebut.
7. Layanan Konsumen Dibutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan reputasi untuk layanan konsumen, karena layanan konsumen yang bagus merupakan asset strategis yang sangat berharga.
Pengelompokan Ritel berdasarkan unsur-unsur yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen:
1. Jenis barang yang dijual
(mis: toko olahraga, toko buku, dll)
2. Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual
(jumlah kategori barang dan jumlah yang berbeda dalam satu
kategori barang)
3. Tingkat Layanan Konsumen
(disesuaikan dengan segmen, ada layanan antar yang gratis
dan ada yang tidak)
4. Harga
(Harga berbeda, untuk layanan/keragaman berbeda)
Berdasarkan unsur-unsur tsb, ritel dapat dikelompokkan sbb:
• Supermarket Tradisional
menjual makanan, daging, serta produk makanan lainnya, serta
melakukan pembatasan penjualan pada produk-produk non
makanan, spr produk kesehatan, kecantikan, dan produk umum
lainnya
• Big-Box Retailer
Supermarket yang dikembangkan dengan ukuran tempat
yang lebih besar serta variasi produk yang lebih banyak
Big-Box Retailer
• Convenience Store
(luas <350m2, produk kebutuhan sehari-hari, jumlah barang 3000-4000)
• Supermarket
(luas 1.500-3000m2, jumlah barang 8000-12.000)
• Supercentre
(luas>3000-10.000m2, jumlah barang 12.000-20.000)
• Warehouse
(luas >13.000m2, jumlah barang 5000-8000)
• Hypermarket
(>18.000m2, jumlah barang >25.000)
Pengelompokan berdasarkan Sarana yang digunakan :
1. Penjualan melalui toko
2. Penjualan tidak melalui toko:
- Ritel Elektronik
- Katalog dan pemasaran surat langsung
- Penjualan langsung
- Television home shoping
- Vending Machine Retailing
Pengelompokan Retail berdasarkan kepemilikan :
• Pendirian toko tunggal atau mandiri
• Jaringan perusahaan
• Waralaba
Bisnis Retail di Indonesia:
• Indomaret
• Alfa Retailindo
• Hero Supermarket
• Matahari Putra Prima
• Panen Lestari Internusa (Sogo)
• dll
Fungsi Ritel :
A. Menyediakan berbagai jenis produk
dan jasa
B. Memecah (memecah beberapa ukuran
produk menjadi lebih kecil)
C. Penyimpan persediaan
D. Penyedia jasa
E. Meningkatkan nilai produk dan jasa
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1876530-konsultan-ritel-bisnis-retail-manajemen/#ixzz1oWiyYykW
Selasa, 08 November 2011
Langkah-langkah Internet Marketing
Nama: Pandu wiranegara
Kelas :3 DD 01
NPM : 30208949
Langkah-langkah Internet Marketing
Pakaian ANAK-ANAK
• LANGKAH PERTAMA Melihat situasi
1. Di lihat dari Technological factors : Prodok yg saya pasarkan melalui internet meruapakan desain web yang saya buat sendiri sehingga bila merasa bosan bisa di ganti dengan model desain web yang baru
2. Di lihat dari SWOT: Strenght: keunggulan produk dari kita merupakan buatan dari bahan yang nyaman untuk di pakai oleh anak-anak, Weaknesses: kelemahan prodok kami adalah stok terbatas karena pembuatan pakaian nya tidak di buat oleh pabrik melainkan dari mesin jahit ,Opportunities: peluang dari produk kami masyrakat bisa memesan produk kami dan bisa menjual kembali produk tersebut,Threats: Ancaman nya bisa di tiru oleh pesaing yg menggunakan jasa internet
• LANGKAH KEDUA Menjalankan Strategi Marketing :
Segmentasi : untuk kalangan menengah kebawah.
Targeting : menjual produk kepada masyarakat yang penghasilan yang pas-pasan sehingga harga yg kami jual terjangkau dengan kebutuhan masyarakat menengah kebawah
Differentiation: kita membuat produk sesuai dengan zaman atau trend yang sedang di gemari oleh anak-anak
Positioning : Harga terjangkau dan bahan berkualitas
• LANGKAH KETIGA Mentukan Tujuan : Tujuan saya memasarkan produk kami adalah agar bisa memperlua pemasarannya dan ingin mencari keuntungan dan memperkecil biaya promosi di bandingkan pemasaran non internet
• Langkah ke Empat Melaksanakan Strategi:
1. Strategi Produk : Memberikan produk dengan berkualitas bagus agar tidak mengecewakan konsumen
2. Strategi Harga : Memberikan Harga yg miring di bandingkan pesaing kita kalau bisa memberi potongan harga jika konsumen telah menjadi pelanggan setia dari produk kami.
3. Strategi Distribusi : Membuat bagan pendistribusian produk
4. Marketing communication strategies :
5. Relationship management strategies : Menjadikan pelanggan di internet sebagai rekan kerja kita agar tidak membuat kecewa dan selalu on line agar pelanggan ada komplain kita bisa tangganin sendiri
• Langkah ke Lima Pelaksanaan Strategi :
1. Melakukan Marketing Mix yaitu :Product,Price,place, Promotion
2. Relationship management strategies : Menjadikan pelanggan di internet sebagai rekan kerja kita agar tidak membuat kecewa dan selalu on line agar pelanggan ada komplain kita bisa tangganin sendiri
3. Marketing organization tactics :
• Langkah Ke Enam Membuat anggaran :
1. Revenue forecast : Menginginkan keuntungan lebih besar
2. Intangible benefits, such as brand equity : Membeli bahan baku yang murah dan berkualitas
3. Cost savings : biaya-biaya lebih murah dari pada promosi melalui media iklan atau media masa
4. E-Marketing costs : biaya untuk perawatan web kami merawat sendiri tanpa bantuan dari orang lain
• Langkah Ke 7 Di evaluasi : Mengevaluasi apa yang kurang dari promosi kita di internet dan kelebihannya bisa kita pertahankan agar bisa menarik konsumen
Kelas :3 DD 01
NPM : 30208949
Langkah-langkah Internet Marketing
Pakaian ANAK-ANAK
• LANGKAH PERTAMA Melihat situasi
1. Di lihat dari Technological factors : Prodok yg saya pasarkan melalui internet meruapakan desain web yang saya buat sendiri sehingga bila merasa bosan bisa di ganti dengan model desain web yang baru
2. Di lihat dari SWOT: Strenght: keunggulan produk dari kita merupakan buatan dari bahan yang nyaman untuk di pakai oleh anak-anak, Weaknesses: kelemahan prodok kami adalah stok terbatas karena pembuatan pakaian nya tidak di buat oleh pabrik melainkan dari mesin jahit ,Opportunities: peluang dari produk kami masyrakat bisa memesan produk kami dan bisa menjual kembali produk tersebut,Threats: Ancaman nya bisa di tiru oleh pesaing yg menggunakan jasa internet
• LANGKAH KEDUA Menjalankan Strategi Marketing :
Segmentasi : untuk kalangan menengah kebawah.
Targeting : menjual produk kepada masyarakat yang penghasilan yang pas-pasan sehingga harga yg kami jual terjangkau dengan kebutuhan masyarakat menengah kebawah
Differentiation: kita membuat produk sesuai dengan zaman atau trend yang sedang di gemari oleh anak-anak
Positioning : Harga terjangkau dan bahan berkualitas
• LANGKAH KETIGA Mentukan Tujuan : Tujuan saya memasarkan produk kami adalah agar bisa memperlua pemasarannya dan ingin mencari keuntungan dan memperkecil biaya promosi di bandingkan pemasaran non internet
• Langkah ke Empat Melaksanakan Strategi:
1. Strategi Produk : Memberikan produk dengan berkualitas bagus agar tidak mengecewakan konsumen
2. Strategi Harga : Memberikan Harga yg miring di bandingkan pesaing kita kalau bisa memberi potongan harga jika konsumen telah menjadi pelanggan setia dari produk kami.
3. Strategi Distribusi : Membuat bagan pendistribusian produk
4. Marketing communication strategies :
5. Relationship management strategies : Menjadikan pelanggan di internet sebagai rekan kerja kita agar tidak membuat kecewa dan selalu on line agar pelanggan ada komplain kita bisa tangganin sendiri
• Langkah ke Lima Pelaksanaan Strategi :
1. Melakukan Marketing Mix yaitu :Product,Price,place, Promotion
2. Relationship management strategies : Menjadikan pelanggan di internet sebagai rekan kerja kita agar tidak membuat kecewa dan selalu on line agar pelanggan ada komplain kita bisa tangganin sendiri
3. Marketing organization tactics :
• Langkah Ke Enam Membuat anggaran :
1. Revenue forecast : Menginginkan keuntungan lebih besar
2. Intangible benefits, such as brand equity : Membeli bahan baku yang murah dan berkualitas
3. Cost savings : biaya-biaya lebih murah dari pada promosi melalui media iklan atau media masa
4. E-Marketing costs : biaya untuk perawatan web kami merawat sendiri tanpa bantuan dari orang lain
• Langkah Ke 7 Di evaluasi : Mengevaluasi apa yang kurang dari promosi kita di internet dan kelebihannya bisa kita pertahankan agar bisa menarik konsumen
motivasi usahawan
1. Lakukan banyak perkara
Hal ini bertentangan dengan nasihat yang selalu kita dengar. Ya, fokus pada satu perkara sahaja adalah nasihat yang terbaik terutama bagi mereka yang baru ingin bermula. Tetapi apabila kita telah berada lama dalam bidang perniagaan, yang satu itu akan menjadi punca kita mula bosan.
Banyak perkara yang dimaksudkan adalah kita menambah produk, servis atau bidang perniagaan yang masih sama dalam bidang yang kita lakukan. Contohnya, kita berniaga pakaian, maka kita tambah lagi pelbagai produk pakaian yang berbeza.
2. Pelbagaikan bakat
Setiap orang perlu utamakan dan manfaatkan sekurang-kurangnya tiga bakat yang ada dalam dirinya. Setiap orang ada pelbagai kebolehan dan jika boleh, elakkan terhad kepada satu sahaja. Semakin banyak kita lakukan sesuatu yang menggunakan bakat kita, kita sukar untuk bosan.
Namun pastikan, kita tidak terlalu obses dengan bakat. Memang ia penting, tetapi apabila kita terlalu bergantung kepada bakat semata-mata, kita mudah menolak untuk melakukan sesuatu dengan alasan “saya tiada bakat.”
Dan perkara yang penting juga adalah, elakkan juga terlalu banyak. Bergantung kepada keupayaan dan masa masing-masing. Utamakan yang utama.
3. Teruskan belajar
Kita akan mula goyah apabila kita mula berhenti belajar. Dan kita akan mudah tertinggal jauh apabila kita mula menutup pintu ilmu. Belajar itu banyak caranya, malah tanpa perlu keluar dari rumah, iaitu melalui internet. Baca artikel, beli ebook, online course dan banyak lagi cara.
4. ‘Bersosial’
Manusia yang ‘sihat’ bukan sahaja perlu sihat dari aspek tubuh badan, tetapi juga mental, emosi dan sosial. Usahawan perlu bersosial sekurang-kurangnya sesama para usahawan. Elakkan diri bersendirian di hadapan komputer pada setiap hari. Luangkan sedikit masa untuk bertemu rakan usahawan atau menyertai apa-apa program berkaitan.
5. Tambah kenalan
Dengan teknologi media sosial pada zaman sekarang seperti Facebook, menambah kenalan tidak perlu lagi mengambil masa yang lama. Dengan hanya hujung jari, kita boleh menambah kenalan seberapa ramai yang kita mahu pada setiap hari.
Seboleh mungkin, jumpa kenalan-kenalan itu secara nyata dan bukan hanya melalui internet.
6. Lakukan sesuatu yang baru
Apabila perniagaan kita mula berjaya, mungkin kita boleh menambah sumber pendapatan yang lain pula. Namun awas, lakukan jika anda berupaya sahaja. Menambah saluran pendapatan yang lain bermaksud, kita tidak akan menghadap benda yang sama setiap hari.
Jika tidak mampu, mungkin boleh lakukan inovasi terhadap perniagaan agar anda tidak bosan menghadap bisnes yang sama saja bentuknya setiap hari.
Inovasi atau ‘evolusi’ adalah salah satu cara untuk kita elakkan kebosananan. Ia tidak semestinya besar atau memerlukan kos. Lakukan sesuatu yang baru walaupun kecil, agar pandangan dan semangat terhadap bisnes kita sentiasa juga baru.
7. Bersukan / beriadah
Bosan juga biasanya diakibatkan oleh badan yang letih, penat dan tidak cergas. Seperti mana nasihat kebanyakan, kita perlu beriadah sekurang-kurangnya 3 kali seminggu, dan 20 minit pada setiap kali itu.
8. Bosan bermaksud banyak masa terluang
Luangkan satu minit untuk menjawab soalan ini: Adakah anda terlalu banyak masa terluang sehingga tidak tahu perlu buat apa, dan akhirnya mula kebosanan?
Jika ya, cepat-cepat ambil pen dan sehelai kertas untuk senaraikan apakah tugas penting yang perlu dilakukan. Dan senaraikan juga apakah tanggungjawab yang perlu digalas dalam hidup ini.
Saya yakin, setiap orang pasti ada sekurang-kurangnya satu tanggungjawab penting yang perlu disempurnakan. Jadi, manfaatkan masa yang ada sebaik-baiknya.
9. Majukan lagi bisnes
Apabila kita melakukan perniagaan dalam skala yang sama bertahun-tahun lamanya, itu adalah salah satu sebab kita mudah berasa bosan. Maka ada dua pilihan di sini iaitu kita lakukan perubahan (inovasi) ataupun kita majukan lagi bisnes.
Mungkin dengan perbesarkan lagi saiz perniagaan, sewa ruang pejabat jika sebelum ini hanya berbisnes dari rumah, bekerjasama dengan rakan-rakan lain dan sebagainya. Paling kurang, ubahsuai ruang kerja SOHO.
Apabila kita sentiasa naik setapak demi setapak, maka perasaan bosan amat sukar datang pada diri kita kerana kita melakukan sesuatu yang berbeza dalam setiap tempoh tertentu.
10. Membaca kisah menginspirasikan
Sentiasa baca kisah orang-orang yang telah berjaya. Baca juga buku-buku motivasi terutama yang ditulis sendiri oleh orang yang telah gagal tetapi bangkit kembali. Utamakan membaca kisah kejayaan orang yang tidak sama bidang dengan kita atau yang lebih berusia dengan kita untuk mengelakkan perasaan lemah semangat kerana rasa jauh tertinggal dan rasa cemburu berlebihan.
11. Perbaiki amalan seharian
Tidak dapat dinafikan, terkadang semangat kita mula ‘lusuh’ adalah kerana jiwa kita mula gelap dan hati sedikit demi sedikit dikuasai titik-titik hitam. Bagaimana dengan solat kita? Jika solat, adakah sudah betul caranya? Bagaimana pula sikap amarah kita seperti dengki, marah, menipu, riak, tamak dan sebagainya?
Amalkan solat tahajjud, baca Quran, sedekah dan zikir-zikir yang mudah diamalkan. Tidak perlu banyak. Sekurang-kurangnya kita sentiasa ‘connected’ dengan Tuhan kita, ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Hal ini bertentangan dengan nasihat yang selalu kita dengar. Ya, fokus pada satu perkara sahaja adalah nasihat yang terbaik terutama bagi mereka yang baru ingin bermula. Tetapi apabila kita telah berada lama dalam bidang perniagaan, yang satu itu akan menjadi punca kita mula bosan.
Banyak perkara yang dimaksudkan adalah kita menambah produk, servis atau bidang perniagaan yang masih sama dalam bidang yang kita lakukan. Contohnya, kita berniaga pakaian, maka kita tambah lagi pelbagai produk pakaian yang berbeza.
2. Pelbagaikan bakat
Setiap orang perlu utamakan dan manfaatkan sekurang-kurangnya tiga bakat yang ada dalam dirinya. Setiap orang ada pelbagai kebolehan dan jika boleh, elakkan terhad kepada satu sahaja. Semakin banyak kita lakukan sesuatu yang menggunakan bakat kita, kita sukar untuk bosan.
Namun pastikan, kita tidak terlalu obses dengan bakat. Memang ia penting, tetapi apabila kita terlalu bergantung kepada bakat semata-mata, kita mudah menolak untuk melakukan sesuatu dengan alasan “saya tiada bakat.”
Dan perkara yang penting juga adalah, elakkan juga terlalu banyak. Bergantung kepada keupayaan dan masa masing-masing. Utamakan yang utama.
3. Teruskan belajar
Kita akan mula goyah apabila kita mula berhenti belajar. Dan kita akan mudah tertinggal jauh apabila kita mula menutup pintu ilmu. Belajar itu banyak caranya, malah tanpa perlu keluar dari rumah, iaitu melalui internet. Baca artikel, beli ebook, online course dan banyak lagi cara.
4. ‘Bersosial’
Manusia yang ‘sihat’ bukan sahaja perlu sihat dari aspek tubuh badan, tetapi juga mental, emosi dan sosial. Usahawan perlu bersosial sekurang-kurangnya sesama para usahawan. Elakkan diri bersendirian di hadapan komputer pada setiap hari. Luangkan sedikit masa untuk bertemu rakan usahawan atau menyertai apa-apa program berkaitan.
5. Tambah kenalan
Dengan teknologi media sosial pada zaman sekarang seperti Facebook, menambah kenalan tidak perlu lagi mengambil masa yang lama. Dengan hanya hujung jari, kita boleh menambah kenalan seberapa ramai yang kita mahu pada setiap hari.
Seboleh mungkin, jumpa kenalan-kenalan itu secara nyata dan bukan hanya melalui internet.
6. Lakukan sesuatu yang baru
Apabila perniagaan kita mula berjaya, mungkin kita boleh menambah sumber pendapatan yang lain pula. Namun awas, lakukan jika anda berupaya sahaja. Menambah saluran pendapatan yang lain bermaksud, kita tidak akan menghadap benda yang sama setiap hari.
Jika tidak mampu, mungkin boleh lakukan inovasi terhadap perniagaan agar anda tidak bosan menghadap bisnes yang sama saja bentuknya setiap hari.
Inovasi atau ‘evolusi’ adalah salah satu cara untuk kita elakkan kebosananan. Ia tidak semestinya besar atau memerlukan kos. Lakukan sesuatu yang baru walaupun kecil, agar pandangan dan semangat terhadap bisnes kita sentiasa juga baru.
7. Bersukan / beriadah
Bosan juga biasanya diakibatkan oleh badan yang letih, penat dan tidak cergas. Seperti mana nasihat kebanyakan, kita perlu beriadah sekurang-kurangnya 3 kali seminggu, dan 20 minit pada setiap kali itu.
8. Bosan bermaksud banyak masa terluang
Luangkan satu minit untuk menjawab soalan ini: Adakah anda terlalu banyak masa terluang sehingga tidak tahu perlu buat apa, dan akhirnya mula kebosanan?
Jika ya, cepat-cepat ambil pen dan sehelai kertas untuk senaraikan apakah tugas penting yang perlu dilakukan. Dan senaraikan juga apakah tanggungjawab yang perlu digalas dalam hidup ini.
Saya yakin, setiap orang pasti ada sekurang-kurangnya satu tanggungjawab penting yang perlu disempurnakan. Jadi, manfaatkan masa yang ada sebaik-baiknya.
9. Majukan lagi bisnes
Apabila kita melakukan perniagaan dalam skala yang sama bertahun-tahun lamanya, itu adalah salah satu sebab kita mudah berasa bosan. Maka ada dua pilihan di sini iaitu kita lakukan perubahan (inovasi) ataupun kita majukan lagi bisnes.
Mungkin dengan perbesarkan lagi saiz perniagaan, sewa ruang pejabat jika sebelum ini hanya berbisnes dari rumah, bekerjasama dengan rakan-rakan lain dan sebagainya. Paling kurang, ubahsuai ruang kerja SOHO.
Apabila kita sentiasa naik setapak demi setapak, maka perasaan bosan amat sukar datang pada diri kita kerana kita melakukan sesuatu yang berbeza dalam setiap tempoh tertentu.
10. Membaca kisah menginspirasikan
Sentiasa baca kisah orang-orang yang telah berjaya. Baca juga buku-buku motivasi terutama yang ditulis sendiri oleh orang yang telah gagal tetapi bangkit kembali. Utamakan membaca kisah kejayaan orang yang tidak sama bidang dengan kita atau yang lebih berusia dengan kita untuk mengelakkan perasaan lemah semangat kerana rasa jauh tertinggal dan rasa cemburu berlebihan.
11. Perbaiki amalan seharian
Tidak dapat dinafikan, terkadang semangat kita mula ‘lusuh’ adalah kerana jiwa kita mula gelap dan hati sedikit demi sedikit dikuasai titik-titik hitam. Bagaimana dengan solat kita? Jika solat, adakah sudah betul caranya? Bagaimana pula sikap amarah kita seperti dengki, marah, menipu, riak, tamak dan sebagainya?
Amalkan solat tahajjud, baca Quran, sedekah dan zikir-zikir yang mudah diamalkan. Tidak perlu banyak. Sekurang-kurangnya kita sentiasa ‘connected’ dengan Tuhan kita, ALLAH subhanahu wa ta’ala.
motivasi usahawan
1. Lakukan banyak perkara
Hal ini bertentangan dengan nasihat yang selalu kita dengar. Ya, fokus pada satu perkara sahaja adalah nasihat yang terbaik terutama bagi mereka yang baru ingin bermula. Tetapi apabila kita telah berada lama dalam bidang perniagaan, yang satu itu akan menjadi punca kita mula bosan.
Banyak perkara yang dimaksudkan adalah kita menambah produk, servis atau bidang perniagaan yang masih sama dalam bidang yang kita lakukan. Contohnya, kita berniaga pakaian, maka kita tambah lagi pelbagai produk pakaian yang berbeza.
2. Pelbagaikan bakat
Setiap orang perlu utamakan dan manfaatkan sekurang-kurangnya tiga bakat yang ada dalam dirinya. Setiap orang ada pelbagai kebolehan dan jika boleh, elakkan terhad kepada satu sahaja. Semakin banyak kita lakukan sesuatu yang menggunakan bakat kita, kita sukar untuk bosan.
Namun pastikan, kita tidak terlalu obses dengan bakat. Memang ia penting, tetapi apabila kita terlalu bergantung kepada bakat semata-mata, kita mudah menolak untuk melakukan sesuatu dengan alasan “saya tiada bakat.”
Dan perkara yang penting juga adalah, elakkan juga terlalu banyak. Bergantung kepada keupayaan dan masa masing-masing. Utamakan yang utama.
3. Teruskan belajar
Kita akan mula goyah apabila kita mula berhenti belajar. Dan kita akan mudah tertinggal jauh apabila kita mula menutup pintu ilmu. Belajar itu banyak caranya, malah tanpa perlu keluar dari rumah, iaitu melalui internet. Baca artikel, beli ebook, online course dan banyak lagi cara.
4. ‘Bersosial’
Manusia yang ‘sihat’ bukan sahaja perlu sihat dari aspek tubuh badan, tetapi juga mental, emosi dan sosial. Usahawan perlu bersosial sekurang-kurangnya sesama para usahawan. Elakkan diri bersendirian di hadapan komputer pada setiap hari. Luangkan sedikit masa untuk bertemu rakan usahawan atau menyertai apa-apa program berkaitan.
5. Tambah kenalan
Dengan teknologi media sosial pada zaman sekarang seperti Facebook, menambah kenalan tidak perlu lagi mengambil masa yang lama. Dengan hanya hujung jari, kita boleh menambah kenalan seberapa ramai yang kita mahu pada setiap hari.
Seboleh mungkin, jumpa kenalan-kenalan itu secara nyata dan bukan hanya melalui internet.
6. Lakukan sesuatu yang baru
Apabila perniagaan kita mula berjaya, mungkin kita boleh menambah sumber pendapatan yang lain pula. Namun awas, lakukan jika anda berupaya sahaja. Menambah saluran pendapatan yang lain bermaksud, kita tidak akan menghadap benda yang sama setiap hari.
Jika tidak mampu, mungkin boleh lakukan inovasi terhadap perniagaan agar anda tidak bosan menghadap bisnes yang sama saja bentuknya setiap hari.
Inovasi atau ‘evolusi’ adalah salah satu cara untuk kita elakkan kebosananan. Ia tidak semestinya besar atau memerlukan kos. Lakukan sesuatu yang baru walaupun kecil, agar pandangan dan semangat terhadap bisnes kita sentiasa juga baru.
7. Bersukan / beriadah
Bosan juga biasanya diakibatkan oleh badan yang letih, penat dan tidak cergas. Seperti mana nasihat kebanyakan, kita perlu beriadah sekurang-kurangnya 3 kali seminggu, dan 20 minit pada setiap kali itu.
8. Bosan bermaksud banyak masa terluang
Luangkan satu minit untuk menjawab soalan ini: Adakah anda terlalu banyak masa terluang sehingga tidak tahu perlu buat apa, dan akhirnya mula kebosanan?
Jika ya, cepat-cepat ambil pen dan sehelai kertas untuk senaraikan apakah tugas penting yang perlu dilakukan. Dan senaraikan juga apakah tanggungjawab yang perlu digalas dalam hidup ini.
Saya yakin, setiap orang pasti ada sekurang-kurangnya satu tanggungjawab penting yang perlu disempurnakan. Jadi, manfaatkan masa yang ada sebaik-baiknya.
9. Majukan lagi bisnes
Apabila kita melakukan perniagaan dalam skala yang sama bertahun-tahun lamanya, itu adalah salah satu sebab kita mudah berasa bosan. Maka ada dua pilihan di sini iaitu kita lakukan perubahan (inovasi) ataupun kita majukan lagi bisnes.
Mungkin dengan perbesarkan lagi saiz perniagaan, sewa ruang pejabat jika sebelum ini hanya berbisnes dari rumah, bekerjasama dengan rakan-rakan lain dan sebagainya. Paling kurang, ubahsuai ruang kerja SOHO.
Apabila kita sentiasa naik setapak demi setapak, maka perasaan bosan amat sukar datang pada diri kita kerana kita melakukan sesuatu yang berbeza dalam setiap tempoh tertentu.
10. Membaca kisah menginspirasikan
Sentiasa baca kisah orang-orang yang telah berjaya. Baca juga buku-buku motivasi terutama yang ditulis sendiri oleh orang yang telah gagal tetapi bangkit kembali. Utamakan membaca kisah kejayaan orang yang tidak sama bidang dengan kita atau yang lebih berusia dengan kita untuk mengelakkan perasaan lemah semangat kerana rasa jauh tertinggal dan rasa cemburu berlebihan.
11. Perbaiki amalan seharian
Tidak dapat dinafikan, terkadang semangat kita mula ‘lusuh’ adalah kerana jiwa kita mula gelap dan hati sedikit demi sedikit dikuasai titik-titik hitam. Bagaimana dengan solat kita? Jika solat, adakah sudah betul caranya? Bagaimana pula sikap amarah kita seperti dengki, marah, menipu, riak, tamak dan sebagainya?
Amalkan solat tahajjud, baca Quran, sedekah dan zikir-zikir yang mudah diamalkan. Tidak perlu banyak. Sekurang-kurangnya kita sentiasa ‘connected’ dengan Tuhan kita, ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Hal ini bertentangan dengan nasihat yang selalu kita dengar. Ya, fokus pada satu perkara sahaja adalah nasihat yang terbaik terutama bagi mereka yang baru ingin bermula. Tetapi apabila kita telah berada lama dalam bidang perniagaan, yang satu itu akan menjadi punca kita mula bosan.
Banyak perkara yang dimaksudkan adalah kita menambah produk, servis atau bidang perniagaan yang masih sama dalam bidang yang kita lakukan. Contohnya, kita berniaga pakaian, maka kita tambah lagi pelbagai produk pakaian yang berbeza.
2. Pelbagaikan bakat
Setiap orang perlu utamakan dan manfaatkan sekurang-kurangnya tiga bakat yang ada dalam dirinya. Setiap orang ada pelbagai kebolehan dan jika boleh, elakkan terhad kepada satu sahaja. Semakin banyak kita lakukan sesuatu yang menggunakan bakat kita, kita sukar untuk bosan.
Namun pastikan, kita tidak terlalu obses dengan bakat. Memang ia penting, tetapi apabila kita terlalu bergantung kepada bakat semata-mata, kita mudah menolak untuk melakukan sesuatu dengan alasan “saya tiada bakat.”
Dan perkara yang penting juga adalah, elakkan juga terlalu banyak. Bergantung kepada keupayaan dan masa masing-masing. Utamakan yang utama.
3. Teruskan belajar
Kita akan mula goyah apabila kita mula berhenti belajar. Dan kita akan mudah tertinggal jauh apabila kita mula menutup pintu ilmu. Belajar itu banyak caranya, malah tanpa perlu keluar dari rumah, iaitu melalui internet. Baca artikel, beli ebook, online course dan banyak lagi cara.
4. ‘Bersosial’
Manusia yang ‘sihat’ bukan sahaja perlu sihat dari aspek tubuh badan, tetapi juga mental, emosi dan sosial. Usahawan perlu bersosial sekurang-kurangnya sesama para usahawan. Elakkan diri bersendirian di hadapan komputer pada setiap hari. Luangkan sedikit masa untuk bertemu rakan usahawan atau menyertai apa-apa program berkaitan.
5. Tambah kenalan
Dengan teknologi media sosial pada zaman sekarang seperti Facebook, menambah kenalan tidak perlu lagi mengambil masa yang lama. Dengan hanya hujung jari, kita boleh menambah kenalan seberapa ramai yang kita mahu pada setiap hari.
Seboleh mungkin, jumpa kenalan-kenalan itu secara nyata dan bukan hanya melalui internet.
6. Lakukan sesuatu yang baru
Apabila perniagaan kita mula berjaya, mungkin kita boleh menambah sumber pendapatan yang lain pula. Namun awas, lakukan jika anda berupaya sahaja. Menambah saluran pendapatan yang lain bermaksud, kita tidak akan menghadap benda yang sama setiap hari.
Jika tidak mampu, mungkin boleh lakukan inovasi terhadap perniagaan agar anda tidak bosan menghadap bisnes yang sama saja bentuknya setiap hari.
Inovasi atau ‘evolusi’ adalah salah satu cara untuk kita elakkan kebosananan. Ia tidak semestinya besar atau memerlukan kos. Lakukan sesuatu yang baru walaupun kecil, agar pandangan dan semangat terhadap bisnes kita sentiasa juga baru.
7. Bersukan / beriadah
Bosan juga biasanya diakibatkan oleh badan yang letih, penat dan tidak cergas. Seperti mana nasihat kebanyakan, kita perlu beriadah sekurang-kurangnya 3 kali seminggu, dan 20 minit pada setiap kali itu.
8. Bosan bermaksud banyak masa terluang
Luangkan satu minit untuk menjawab soalan ini: Adakah anda terlalu banyak masa terluang sehingga tidak tahu perlu buat apa, dan akhirnya mula kebosanan?
Jika ya, cepat-cepat ambil pen dan sehelai kertas untuk senaraikan apakah tugas penting yang perlu dilakukan. Dan senaraikan juga apakah tanggungjawab yang perlu digalas dalam hidup ini.
Saya yakin, setiap orang pasti ada sekurang-kurangnya satu tanggungjawab penting yang perlu disempurnakan. Jadi, manfaatkan masa yang ada sebaik-baiknya.
9. Majukan lagi bisnes
Apabila kita melakukan perniagaan dalam skala yang sama bertahun-tahun lamanya, itu adalah salah satu sebab kita mudah berasa bosan. Maka ada dua pilihan di sini iaitu kita lakukan perubahan (inovasi) ataupun kita majukan lagi bisnes.
Mungkin dengan perbesarkan lagi saiz perniagaan, sewa ruang pejabat jika sebelum ini hanya berbisnes dari rumah, bekerjasama dengan rakan-rakan lain dan sebagainya. Paling kurang, ubahsuai ruang kerja SOHO.
Apabila kita sentiasa naik setapak demi setapak, maka perasaan bosan amat sukar datang pada diri kita kerana kita melakukan sesuatu yang berbeza dalam setiap tempoh tertentu.
10. Membaca kisah menginspirasikan
Sentiasa baca kisah orang-orang yang telah berjaya. Baca juga buku-buku motivasi terutama yang ditulis sendiri oleh orang yang telah gagal tetapi bangkit kembali. Utamakan membaca kisah kejayaan orang yang tidak sama bidang dengan kita atau yang lebih berusia dengan kita untuk mengelakkan perasaan lemah semangat kerana rasa jauh tertinggal dan rasa cemburu berlebihan.
11. Perbaiki amalan seharian
Tidak dapat dinafikan, terkadang semangat kita mula ‘lusuh’ adalah kerana jiwa kita mula gelap dan hati sedikit demi sedikit dikuasai titik-titik hitam. Bagaimana dengan solat kita? Jika solat, adakah sudah betul caranya? Bagaimana pula sikap amarah kita seperti dengki, marah, menipu, riak, tamak dan sebagainya?
Amalkan solat tahajjud, baca Quran, sedekah dan zikir-zikir yang mudah diamalkan. Tidak perlu banyak. Sekurang-kurangnya kita sentiasa ‘connected’ dengan Tuhan kita, ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Jenis Pelanggaran Hak cipta
Jenis Pelanggaran Hak cipta
Jenis-Jenis Pelanggaran Terhadap Program komputer Close Source
Dilihat dari nilai ekonomisnya, ciptaan dapat dibagi menjadi dua. Pertama, ciptaan yang tidak dapat digandakan, artinya penggandaan menurunkan nilai jual dari produk tersebut misalnya lukisan dan patung. Kedua, ciptaan yang dapat digandakan, artinya gandaan tidak menurunkan nilai jual dari produk tersebut misalnya lagu, karya sastra dan progam komputer. Sehingga untuk pembeli produk yang dapat digandakan hanya mempunyai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan saja, sedang Hak Cipta tetap berada pada penciptanya. Pelanggaran Hak Cipta secara umum terjadi apabila suatu produk karya cipta digunakan tanpa izin (lisensi) dari pemilik Hak Cipta atau apabila bagian yang pokok dari suatu karya cipta digunakan tanpa izin dari pencipta atau pemegang Hak Cipta.
Untuk pelanggaran Hak Cipta dibidang komputer selain karena dilakukan perbanyakan dan pendisribusian tanpa izin dari pemegang Hak Cipta ada juga sebab lain yaitu apabila antara dua buah program komputer memiliki Source Code yang sama. Maka dimungkinkan telah terjadi peniruan terhadap salah satu program komputer, namun seberapa besarkah kesamaan dari Source Code tersebut sehingga dikatakan melanggar Hak Cipta. Konsep UUHC kita tidak memberikan perlindungan memberikan perlindungan yang bersifat kuantitatif, yaitu yang mengatur seberapa besar kemiripan antara kedua program komputer.
Jadi tidak terdapat batasan (seberapa persen) kesamaan antara kedua program sehingga dikatakan melanggar Hak Cipta orang lain. UUHC memberikan perlindungan secara kualitatif yang lebih menekankan seberapa pentingkah bagian dari Source Code yang ditiru sebingga apabila mengambil bagian yang paling penting atau khas atau menjadi ciri dari suatu ciptaan meskipun itu kurang dari 10% maka dikatakan sebagai pelanggaran Hak Cipta. Terjadinya jual beli program komputer tidak menyebabkan beralihnya Hak Cipta sehingga pembeli bukanlah pemilik dari program. Hak milik program tetap dipegang oleh pembuat baik perusahaan maupun individu. Pembeli hanya membeli hak lisensi untuk menggunakan program berdasarkan syarat dan kondisi dalam End User License yang telah ditetapkan sebelumnyaoleh pembuat program komputer.
Dalam lisensi ini biasanya mencakup ketentuan
Software tersebut boleh diinstal hanya pada satu mesin.
Dilarang memperbanyak software tersebut untuk keperluan apapun (biasanya pengguna diberi kesempatan membuat satu buah backup copy).
Dilarang meminjamkan software tersebut kepada orang lain untuk kepentingan apapun. Berdasarkan batasan di atas maka tindakan menginstal program komputer ke dalam lebih dari satu mesin atau diluar ketentuan yang dikeluarkan oleh satu lisensi, pinjam meminjam program komputer dan menginstalnya, mengkopi atau memperbanyak program komputer tersebut, dapat dikategorikan sebagai tindakan pembajakan. Untuk pelanggaran Hak Cipta program komputer di Indonesia, paling banyak dilakukan pada Microsoft Software yaitu dengan dilakukan perbanyakan program komputer tanpa seijin perusahaan Microsoft.
Menurut Microsoft ada lima macam bentuk pembajakan software
Pemuatan ke Harddisk: Biasanya dilakukan seseorang saat membeli personal komputer generik di toko komputer, yang oleh penjual langsung di install satu sistem operasi yang hampir seratus persen adalah Windows.
Softlifting: Jika sebuah lisensi dipakai melebihi kapasitas penggunaannya seperti ada lima lisensi tetapi dipakai di sepuluh mesin komputer.
Pemalsuan: Penjualan CDROM ilegal d.Penyewaan Software
Downloading Ilegal: Mendownload sebuah program komputer dari internet. Hukum copyright atau Hak Cipta yang melindungi ekspresi fisik dari suatu ide misal tulisan, musik, siaran, software dan lain-lain tumbuh ketika proses penyalinan dapat dibatasi tetapi untuk saat ini sulit untuk mencegah dilakukan penyalinan tersebut sehingga usaha untuk menerapkan monopoli pada usaha kreatif menjadi tidak beralasan. Pada era tahun 1980 sampai dengan 1986 ketika perusahaan software sangat kuatir dengan masalah penyalinan ini, mereka memanfaatkan teknik proteksi disk yang membuat orang sulit menyalin disk atau program. Tetapi hal ini menyebabkan pengguna mengalami kesulitan untuk menggunakannya, maka setelah perusahaan perangkat lunak menyadari bahwa mereka tetap memperoleh keuntungan yang besar dari hal lain seperti servis dan pembelian perangkat lunak asli yang tetap tinggi maka mereka meniadakan proteksi penyalinan ini. Batasan-batasan yang diberikan oleh UUHC terhadap penggunaan program komputer menyebabkan banyak perbuatan yang dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar Hak Cipta.
Ketentuan satu mesin satu lisensi dan tidak ada fungsi sosial dari karya cipta program misalnya, telah membuat pengguna mengambil jalan pintas untuk menggunakan program bajakan, sedangkan disisi lain penyalinan terhadap program komputer mudah dilakukan. Banyaknya batasan tersebut dapat menggambarkan bahwa ada perlakuan khusus bagi karya cipta program komputer bila dibandingkan dengan karya cipta yang lain, yang membolehkan perbanyakan suatu karya jika dipakai untuk kepentingan sendiri, pendidikan, dan tidak dikomersilkan. Keistimewaan itu bisa dikarenakan beberapa tahun yang lalu para pengguna belum mempunyai alternatif pilihan program atau dengan kata lain belum ada persaingan didunia perangkat lunak untuk merebut pasar seperti yang telah terjadi dalam dunia hardware atau perangkat keras komputer.
Dengan begitu perusahaan penyedia jasa program komputer yang selama ini memegang pasar di dunia dapat menerapkan lisensi yang sebenarnya tidak memberikan kedudukan yang sama-sama menguntungkan antara pemberi lisensi dan penerima lisensi. Apabila isi lisensi atau jenis lisensi yang diterapkan untuk program-program Close Source lebih ringan atau longgar karena ada persaingan antar vendor yang bebas memilih lisensi, otomatis hanya sedikit perbuatan yang kemudian dapat dikatakan sebagai pelanggaran. Disamping itu, pengguna mendapatkan hak-haknya sebanding dengan kewajibannya sebagai penerima lisensi. Banyaknya program-program Close Source dengan model lisensi yang berbeda akan memberikan alternatif pilihan kepada pengguna. Dengan demikian perbuatan yang termasuk sebagai perbuatan yang melanggar Hak Cipta program komputer dapat berkurang sesuai dengan jenis program dan lisensi yang dipilihnya.
Jenis-Jenis Pelanggaran Terhadap Program komputer Close Source
Dilihat dari nilai ekonomisnya, ciptaan dapat dibagi menjadi dua. Pertama, ciptaan yang tidak dapat digandakan, artinya penggandaan menurunkan nilai jual dari produk tersebut misalnya lukisan dan patung. Kedua, ciptaan yang dapat digandakan, artinya gandaan tidak menurunkan nilai jual dari produk tersebut misalnya lagu, karya sastra dan progam komputer. Sehingga untuk pembeli produk yang dapat digandakan hanya mempunyai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan saja, sedang Hak Cipta tetap berada pada penciptanya. Pelanggaran Hak Cipta secara umum terjadi apabila suatu produk karya cipta digunakan tanpa izin (lisensi) dari pemilik Hak Cipta atau apabila bagian yang pokok dari suatu karya cipta digunakan tanpa izin dari pencipta atau pemegang Hak Cipta.
Untuk pelanggaran Hak Cipta dibidang komputer selain karena dilakukan perbanyakan dan pendisribusian tanpa izin dari pemegang Hak Cipta ada juga sebab lain yaitu apabila antara dua buah program komputer memiliki Source Code yang sama. Maka dimungkinkan telah terjadi peniruan terhadap salah satu program komputer, namun seberapa besarkah kesamaan dari Source Code tersebut sehingga dikatakan melanggar Hak Cipta. Konsep UUHC kita tidak memberikan perlindungan memberikan perlindungan yang bersifat kuantitatif, yaitu yang mengatur seberapa besar kemiripan antara kedua program komputer.
Jadi tidak terdapat batasan (seberapa persen) kesamaan antara kedua program sehingga dikatakan melanggar Hak Cipta orang lain. UUHC memberikan perlindungan secara kualitatif yang lebih menekankan seberapa pentingkah bagian dari Source Code yang ditiru sebingga apabila mengambil bagian yang paling penting atau khas atau menjadi ciri dari suatu ciptaan meskipun itu kurang dari 10% maka dikatakan sebagai pelanggaran Hak Cipta. Terjadinya jual beli program komputer tidak menyebabkan beralihnya Hak Cipta sehingga pembeli bukanlah pemilik dari program. Hak milik program tetap dipegang oleh pembuat baik perusahaan maupun individu. Pembeli hanya membeli hak lisensi untuk menggunakan program berdasarkan syarat dan kondisi dalam End User License yang telah ditetapkan sebelumnyaoleh pembuat program komputer.
Dalam lisensi ini biasanya mencakup ketentuan
Software tersebut boleh diinstal hanya pada satu mesin.
Dilarang memperbanyak software tersebut untuk keperluan apapun (biasanya pengguna diberi kesempatan membuat satu buah backup copy).
Dilarang meminjamkan software tersebut kepada orang lain untuk kepentingan apapun. Berdasarkan batasan di atas maka tindakan menginstal program komputer ke dalam lebih dari satu mesin atau diluar ketentuan yang dikeluarkan oleh satu lisensi, pinjam meminjam program komputer dan menginstalnya, mengkopi atau memperbanyak program komputer tersebut, dapat dikategorikan sebagai tindakan pembajakan. Untuk pelanggaran Hak Cipta program komputer di Indonesia, paling banyak dilakukan pada Microsoft Software yaitu dengan dilakukan perbanyakan program komputer tanpa seijin perusahaan Microsoft.
Menurut Microsoft ada lima macam bentuk pembajakan software
Pemuatan ke Harddisk: Biasanya dilakukan seseorang saat membeli personal komputer generik di toko komputer, yang oleh penjual langsung di install satu sistem operasi yang hampir seratus persen adalah Windows.
Softlifting: Jika sebuah lisensi dipakai melebihi kapasitas penggunaannya seperti ada lima lisensi tetapi dipakai di sepuluh mesin komputer.
Pemalsuan: Penjualan CDROM ilegal d.Penyewaan Software
Downloading Ilegal: Mendownload sebuah program komputer dari internet. Hukum copyright atau Hak Cipta yang melindungi ekspresi fisik dari suatu ide misal tulisan, musik, siaran, software dan lain-lain tumbuh ketika proses penyalinan dapat dibatasi tetapi untuk saat ini sulit untuk mencegah dilakukan penyalinan tersebut sehingga usaha untuk menerapkan monopoli pada usaha kreatif menjadi tidak beralasan. Pada era tahun 1980 sampai dengan 1986 ketika perusahaan software sangat kuatir dengan masalah penyalinan ini, mereka memanfaatkan teknik proteksi disk yang membuat orang sulit menyalin disk atau program. Tetapi hal ini menyebabkan pengguna mengalami kesulitan untuk menggunakannya, maka setelah perusahaan perangkat lunak menyadari bahwa mereka tetap memperoleh keuntungan yang besar dari hal lain seperti servis dan pembelian perangkat lunak asli yang tetap tinggi maka mereka meniadakan proteksi penyalinan ini. Batasan-batasan yang diberikan oleh UUHC terhadap penggunaan program komputer menyebabkan banyak perbuatan yang dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar Hak Cipta.
Ketentuan satu mesin satu lisensi dan tidak ada fungsi sosial dari karya cipta program misalnya, telah membuat pengguna mengambil jalan pintas untuk menggunakan program bajakan, sedangkan disisi lain penyalinan terhadap program komputer mudah dilakukan. Banyaknya batasan tersebut dapat menggambarkan bahwa ada perlakuan khusus bagi karya cipta program komputer bila dibandingkan dengan karya cipta yang lain, yang membolehkan perbanyakan suatu karya jika dipakai untuk kepentingan sendiri, pendidikan, dan tidak dikomersilkan. Keistimewaan itu bisa dikarenakan beberapa tahun yang lalu para pengguna belum mempunyai alternatif pilihan program atau dengan kata lain belum ada persaingan didunia perangkat lunak untuk merebut pasar seperti yang telah terjadi dalam dunia hardware atau perangkat keras komputer.
Dengan begitu perusahaan penyedia jasa program komputer yang selama ini memegang pasar di dunia dapat menerapkan lisensi yang sebenarnya tidak memberikan kedudukan yang sama-sama menguntungkan antara pemberi lisensi dan penerima lisensi. Apabila isi lisensi atau jenis lisensi yang diterapkan untuk program-program Close Source lebih ringan atau longgar karena ada persaingan antar vendor yang bebas memilih lisensi, otomatis hanya sedikit perbuatan yang kemudian dapat dikatakan sebagai pelanggaran. Disamping itu, pengguna mendapatkan hak-haknya sebanding dengan kewajibannya sebagai penerima lisensi. Banyaknya program-program Close Source dengan model lisensi yang berbeda akan memberikan alternatif pilihan kepada pengguna. Dengan demikian perbuatan yang termasuk sebagai perbuatan yang melanggar Hak Cipta program komputer dapat berkurang sesuai dengan jenis program dan lisensi yang dipilihnya.
ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA
ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA
1. PENGERTIAN
Pengertian Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat menurut UU no.5 Tahun 1999 tentang Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikankepentingan umum.
Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undagn Anti Monopoli .
Sementara yang dimaksud dengan “praktek monopoli” adalah suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh salah satu atau lebih pelaku yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan suatu persaingan usaha secara tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum Sesuai dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Anti Monopoli.
1.1 Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.
1.2 Tujuan
Undang-Undang (UU) persaingan usaha adalah Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999) yang bertujuan untuk memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.
1.3 Kegiatan yang dilarang dalan antimonopoly
Kegiatan yang dilarang berposisi dominan menurut pasal 33 ayat 2 adalah :
• Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai, atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan, kemampuan akses pada pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu.
• Menurut pasal 33 ayat 2 “ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Jadi, sektor-sektor ekonomi seperti air, listrik, telekomunikasi, kekayaan alam dikuasai negara tidak boleh dikuasai swasta sepenuhnya
1.4 Perjanjian yang dilarang dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Jika dibandingkan dengan pasal 1313 KUH Perdata, UU No.5/199 lebih menyebutkan secara tegas pelaku usaha sebagai subyek hukumnya, dalam undang-undang tersebut, perjanjian didefinisikan sebagai suatu perbuatan satu atau lebih pelaku usaha untuk mengikatkan diri terhadap satu atau lebih pelaku usaha lain dengan nama apapun, baik tertulis maupun tidak tertulis . Hal ini namun masih menimbulkan kerancuan. Perjanjian dengan ”understanding” apakah dapat disebut sebagai perjanjian. Perjanjian yang lebih sering disebut sebagai tacit agreement ini sudah dapat diterima oleh UU Anti Monopoli di beberapa negara, namun dalam pelaksanaannya di UU No.5/1999 masih belum dapat menerima adanya ”perjanjian dalam anggapan” tersebut.
Perjanjian yang dilarang dalam UU No.5/1999 tersebut adalah perjanjian dalam bentuk sebgai berikut :
• Oligopoli
• Penetapan harga
• Pembagian wilayah
• Pemboikotan
• Kartel
• Trust
• Oligopsoni
• Integrasi vertical
• Perjanjian tertutup
• Perjanjian dengan pihak luar negeri
1.5 Perjanjian yang dilarang penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan
• Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan/Badan Usaha lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasivadari Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan beralih karena hukum kepadaPerseroan/Badan Usaha yang menerima Penggabungan dan selanjutnya Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
• Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan/Badan Usaha baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri dan Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
• Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperoleh atau mendapatkan baik seluruh atau sebagian saham dan atau aset Perseroan/Badan Usaha. yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan/Badan Usaha tersebut
Contoh Anti monopoli dan persaingan tidak sehat :
Di Amerika Serikat misalnya pengambil alihan McDonnell Douglas oleh Boeing, walaupun menyebabkan terjadinya monopoli, dapat dikatakan berjalan lancar. Hal ini disebabkan oleh adanya ancaman meluasnya pangsa pasar Konsorsium Airbus dari Eropa. Dalam pasar Large Civil Aircraft (LCA) walupun selalu terjadi saling tuduh menuduh antara Amerika Serikat dan Eropa, adanya subsidi pemerintah kepada industri pesawat terbang, tetapi masalahnya tidak pernah dibawa ke forum WTO, melainkan diselesaikan secara bilateral untuk menghidari perang dagang yang terbuka. Tentu bagi negara-negara lainnya keadaan duopoli dalam industri pesawat terbang ini pada saatnya dapat menyulitkan. Kasus lain dapat dikemukakan masalah yang dihadapi Embraer-Brasilia versus Kanada di WTO, dan PT DI-Indonesia versus IMF, telah membuktikan betapa negara-negara industri maju telah memanfaatkan posisi dominan perusahaan-perusahaan mereka. Tetapi di sisi lain seperti pengambilalihan/akuisisi Rockwell oleh General Electric telah ditolak oleh FTC
1. PENGERTIAN
Pengertian Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat menurut UU no.5 Tahun 1999 tentang Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikankepentingan umum.
Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undagn Anti Monopoli .
Sementara yang dimaksud dengan “praktek monopoli” adalah suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh salah satu atau lebih pelaku yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan suatu persaingan usaha secara tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum Sesuai dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Anti Monopoli.
1.1 Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.
1.2 Tujuan
Undang-Undang (UU) persaingan usaha adalah Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999) yang bertujuan untuk memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.
1.3 Kegiatan yang dilarang dalan antimonopoly
Kegiatan yang dilarang berposisi dominan menurut pasal 33 ayat 2 adalah :
• Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai, atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan, kemampuan akses pada pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu.
• Menurut pasal 33 ayat 2 “ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Jadi, sektor-sektor ekonomi seperti air, listrik, telekomunikasi, kekayaan alam dikuasai negara tidak boleh dikuasai swasta sepenuhnya
1.4 Perjanjian yang dilarang dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Jika dibandingkan dengan pasal 1313 KUH Perdata, UU No.5/199 lebih menyebutkan secara tegas pelaku usaha sebagai subyek hukumnya, dalam undang-undang tersebut, perjanjian didefinisikan sebagai suatu perbuatan satu atau lebih pelaku usaha untuk mengikatkan diri terhadap satu atau lebih pelaku usaha lain dengan nama apapun, baik tertulis maupun tidak tertulis . Hal ini namun masih menimbulkan kerancuan. Perjanjian dengan ”understanding” apakah dapat disebut sebagai perjanjian. Perjanjian yang lebih sering disebut sebagai tacit agreement ini sudah dapat diterima oleh UU Anti Monopoli di beberapa negara, namun dalam pelaksanaannya di UU No.5/1999 masih belum dapat menerima adanya ”perjanjian dalam anggapan” tersebut.
Perjanjian yang dilarang dalam UU No.5/1999 tersebut adalah perjanjian dalam bentuk sebgai berikut :
• Oligopoli
• Penetapan harga
• Pembagian wilayah
• Pemboikotan
• Kartel
• Trust
• Oligopsoni
• Integrasi vertical
• Perjanjian tertutup
• Perjanjian dengan pihak luar negeri
1.5 Perjanjian yang dilarang penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan
• Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan/Badan Usaha lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasivadari Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan beralih karena hukum kepadaPerseroan/Badan Usaha yang menerima Penggabungan dan selanjutnya Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
• Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan/Badan Usaha baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri dan Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
• Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperoleh atau mendapatkan baik seluruh atau sebagian saham dan atau aset Perseroan/Badan Usaha. yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan/Badan Usaha tersebut
Contoh Anti monopoli dan persaingan tidak sehat :
Di Amerika Serikat misalnya pengambil alihan McDonnell Douglas oleh Boeing, walaupun menyebabkan terjadinya monopoli, dapat dikatakan berjalan lancar. Hal ini disebabkan oleh adanya ancaman meluasnya pangsa pasar Konsorsium Airbus dari Eropa. Dalam pasar Large Civil Aircraft (LCA) walupun selalu terjadi saling tuduh menuduh antara Amerika Serikat dan Eropa, adanya subsidi pemerintah kepada industri pesawat terbang, tetapi masalahnya tidak pernah dibawa ke forum WTO, melainkan diselesaikan secara bilateral untuk menghidari perang dagang yang terbuka. Tentu bagi negara-negara lainnya keadaan duopoli dalam industri pesawat terbang ini pada saatnya dapat menyulitkan. Kasus lain dapat dikemukakan masalah yang dihadapi Embraer-Brasilia versus Kanada di WTO, dan PT DI-Indonesia versus IMF, telah membuktikan betapa negara-negara industri maju telah memanfaatkan posisi dominan perusahaan-perusahaan mereka. Tetapi di sisi lain seperti pengambilalihan/akuisisi Rockwell oleh General Electric telah ditolak oleh FTC
Minggu, 23 Oktober 2011
METODE RISET BISNIS bab 2
Metode Riset Bisnis
Profil Organisasi
Warung makan Bude
Struktur organisasi
Bu’de sebagai pemilik kantin tersebut yang berhak memberikan wewenang apapun dalam proses pembuatan makanan
Ririn adalah asisten bu’de yang membantu dalam pembuatan masakan di kantin tersebut
Eko tugas eko di dalam kantin tersebut adalah membersihkan makanan yang sudah di makan dalam arti eko yang mencuci piring-piring yang sudah digunakan
Aktivitas KP
Membantu bu’de dan meniliti bagaimana cara dalam menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau menjadi pemilik kantin bagaimana cara bude dalam mengatur keuangan yang dimiliki di kantin bu’de ini dan sesekali membantu ririn untuk memasak dan membantu eko dalam mencuci piring. Lamanya KP meneliti ini selama 3 hari berturut-turut.
Hasil
Kesimpulan yang saya dapatkan selama saya meneliti di warung makan ini adalah para mahasiswa jika sudah merasa cocok dengan makannya mereka akan senantiasa mendatangi kembali warung bu’de ini. Mungkin perubahan menu makanan pun harus dilakukan agar mahasiswa tidak merasa bosan dalam menikmati makanan di warung bu’de ini.
Profil Organisasi
Warung makan Bude
Struktur organisasi
Bu’de sebagai pemilik kantin tersebut yang berhak memberikan wewenang apapun dalam proses pembuatan makanan
Ririn adalah asisten bu’de yang membantu dalam pembuatan masakan di kantin tersebut
Eko tugas eko di dalam kantin tersebut adalah membersihkan makanan yang sudah di makan dalam arti eko yang mencuci piring-piring yang sudah digunakan
Aktivitas KP
Membantu bu’de dan meniliti bagaimana cara dalam menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau menjadi pemilik kantin bagaimana cara bude dalam mengatur keuangan yang dimiliki di kantin bu’de ini dan sesekali membantu ririn untuk memasak dan membantu eko dalam mencuci piring. Lamanya KP meneliti ini selama 3 hari berturut-turut.
Hasil
Kesimpulan yang saya dapatkan selama saya meneliti di warung makan ini adalah para mahasiswa jika sudah merasa cocok dengan makannya mereka akan senantiasa mendatangi kembali warung bu’de ini. Mungkin perubahan menu makanan pun harus dilakukan agar mahasiswa tidak merasa bosan dalam menikmati makanan di warung bu’de ini.
metode riset bisnis bab 1
BAB I
PENDAHULUAN restoran mang kabayan
I.1 Latar Belakang Masalah
Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia di manapun mereka berada. Dalam masyarakat tradisional, makan dan minum lebih untuk memenuhi kebutuhan tubuh dari rasa lapar dan haus. Mereka mencari bahan-bahan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh alam, baik berupa binatang buruan atau tanaman. Dengan teknik pengolahan dan bumbu-bumbu yang masih sangat sederhana, mereka menyajikan makanan dan minuman untuk anggota keluarga atau anggota komunitas mereka. Pengetahuan mengenai kandungan gizi dan vitamin yang terkandung dalam bahan makanan, teknik memasak yang bisa membuat rasa makanan dan minuman menjadi lezat dan cara penyajian yang menarik belum berkembang dengan baik.
Berbeda halnya dengan masyarakat moderen di mana urusan makan dan minum tidak hanya semata-mata untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Masyarakat moderen telah memberikan nilai lebih pada makanan dan minuman selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup (life style). Seiring dengan itu, berkembang pula ilmu membuat dan menyajikan makanan dan minuman (culinary) untuk memenuhi kebutuhan manusia moderen yang suka mencari hiburan di luar rumah bersama anggota keluarga dengan cara makan-makan di luar (dining out) , menjamu tamu atau relasi, baik dalam bentuk jamuan di rumah atau di tempat-tempat makan khusus yang kemudian dikenal sebagai rumah makan atau restoran.
Karena menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan dasar manusia, banyak orang meyakini bahwa bisnis makanan dan minuman tak akan pernah mati. Selagi manusia masih tinggal di muka bumi, mereka akan tetap membutuhkan makanan dan minuman. Dalam kondisi damai atau perang, dalam kondisi ekonomi suatu negara sedang baik atau tengah terkena krisis / resesi, semua orang tak akan melupakan makan dan minum. Karena itu, bisnis ini termasuk kebal krisis (recession proof).
Hal ini bisa ditunjukkan ketika Indonesia ditimpa krisis ekonomi yang sangat serius pada tahun 1997/1998, bisnis makanan dan minuman justru tumbuh pesat. Di Jakarta dan di berbagai kota besar muncul pusat-pusat jajanan yang dibuka oleh para pengusaha dadakan, yaitu para pekerja atau karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tempat kerjanya tutup atau bangkrut karena terkena krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter.
Memasuki tahun 2000-an, bisnis makanan dan minuman di Indonesia semakin tumbuh pesat. Selain didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus dan stabil , bisnis ini juga didorong oleh perkembangan selera konsumen. Iklim usaha rumah makan atau restoran yang sangat bagus ini dipengaruhi oleh beberapa factor. Pertama, memasuki era 2000-an liputan media massa, baik cetak dan elektronik terhadap dunia kuliner sangat pesat. Saat ini hampir semua stasiun TV, media cetak dan media online porsi pemberitaan atau tayangan yang cukup banyak mengenai dunia kuliner. Bahkan di media cetak ada media yang mempunyai spesifikasi khusus memuat berbagai hal mengenai dunia kuliner.
Kedua, sebagaimana telah disinggung di atas, dunia kuliner telah berkembang sebagai bagian dari gaya hidup (life style) manusia moderen. Maka berkembang semboyan YOU ARE WHAT YOU EAT. Apa yang Anda makan, menunjukkan siapa jati diri Anda dan mencerminkan citra dan status Anda di msyarakat. Banyak keluarga kelas menengah ke atas yang menyisihkan anggaran khusus yang dialokasikan untuk aktivitas makan-makan di luar bersama keluarga. Jika di waktu lalu pembicaraan-pembicaraan bisnis lebih banyak dilakukan di kantor, saat ini sudah umum jika pembicaraan bisnis antara satu orang dengan relasi atau mitra bisnisnya dilakukan di restoran atau tempat makan. Banyak pusat perbelanjaan atau mal yang di waktu lalu menempatkan tempat makan (food court) di tempat yang kurang strategis, saat ini banyak mal menengah ke atas yang menempatkan tempat makan di posisi yang sangat strategis dan didisain secara eksklusif. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat makan yang nyaman dan menyajikan menu-menu yang enak dan variatif. Ketiga, sebagian masyarakat menilai bahwa bisnis kuliner telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mendapat dukungan berupa iklim usaha dan berbagai macam aturan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya bisnis ini. Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, dunia kuliner telah berkembang sedemikian pesat dalam hal penciptaan aneka menu makanan dan minuman baru, teknik-teknik penyajian yang baru dan sebagainya.
Tak bisa dimungkiri bahwa usaha rumah makan, restoran atau kafe telah berkembang pesat di Indonesia dalam kurun 20 tahun belakangan ini. Di kota-kota besar selain banyak berdiri restoran yang dimiliki oleh pengusaha lokal dan nasional, belakangan juga banyak berdiri restoran yang menjadi cabang atau bagian dari jaringan restoran asing. Menurut data dari situs binaukm.com, jumlah restoran atau rumah makan di Indonesia pada tahun 2011 ini telah mencapai sekitar 250.000 unit. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 36.000 yang berbentuk badan hokum. Dari jumlah itu, hanya sekitar 10.000 yang masuk kategori usaha restoran yang mapan dan kuat. (binaukm.com).
Berdasarkan jenis menu atau makanan dan minuman yang dijual, di Indonesia terdapat tiga kategori besar rumah makan atau restoran. (Yasra Muhtarom, Prospek Bisnis Restoran Franchise, Makalah pada Seminar Menumbuhkan Entrepreuneurship di Kalangan Mahasiswa, Universitas Paramadina Jakarta, 15September 2006). Ketiga jenis usaha rumah makan atau restoran tersebut :
1) Restoran yang menjual menu utama makanan atau minuman tradisional asli Indonesia. Meskipun tidak ada data yang mampu menjelaskan berapa persen dari total bisnis rumah makan atau restoran yang menjual jenis menu utama ini, namun berdasarkan pengamatan empiris, persentase restoran ini cukup dominan. Menu yang mereka jual biasanya mengambil pilihan dari kelompok etnis tertentu yang memiliki tradisi kuliner yang kuat. Dari sini lahirlah restoran dengan spesifikasi menu seperti masakan Jawa, Sunda, Padang, Manado, Batak, Melayu, Makassar atau Aceh. Untuk satu jenis retoran dengan menu masakan Jawa saja, misalnya , terdapat berbagai varian lagi seperti Jawa Timuran, Jawa Tengahan atau Yogyakarta.
2) Restoran yang menjual menu Indonesia yang dipengaruhi tradisi kuliner asing.
Yang termasuk kategori restoran ini adalah mereka yang menjual menu masakan Cina (Chinese Food), masakan Arab atau Timur Tengah atau masakan India. Jenis restoran ini bisa tumbuh dan berkembang baik di Indonesia selain jumlah populasi masyarakat keturunan asing tersebut cukup besar, relasi dan interaksi masyarakat Indonesia sudah cukup lama dengan kelompok etnis tersebut sehingga banyak masakan seperti bakmi, bakso, nasi kebuli, dan kari telah lama diadopsi oleh menjadi bagian dari tradisi dan kekayaan kuliner Indonesia.
3) Restoran yang menjual menu asing
Restoran jenis ini di antaranya adalah restoran yang merupakan jaringan dari raksasa restoran asing. Mereka masuk ke Indonesia bekerja sama dengan pengusaha nasional dan biasanya dikembangkan dengan pola usaha waralaba (franchise). Beberapa nama restoran besar yang masuk kategori ini misalnya Mc Donald’s, Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken (KFC) , Burger King, Hoka Hoka Bento dan sebagainya. Berdasarkan perjanjian khusus, beberapa jaringan restoran itu setelah masuk ke Indonesia juga berusaha menyesuaikan diri dengan karakter konsumen Indonesia. Di restoran Mc Donald’s, misalnya, tak hanya menjual burger yang menjadi menu andalan mereka di seluruh dunia, tetapi juga bisa ditemui menu seperti nasi dan ayam goreng yang hanya bisa ditemukan di Mc Donald’s di Indonesia. Begitu juga seperti restoran KFC yang menjual nasi yang juga hanya bisa ditemukan di KFC Indonesia.
Beberapa restoran yang menjual menu makanan asing belakangan ini juga banyak yang masuk ke Indonesia seperti restoran yang menjual menu masakan Korea, Jepang, Perancis, Amerika Serikat, Vietnam, Italia atau Thailand. Selain membidik atau mencari sasaran konsumen warga negara masing-masing yang tinggal dan bekerja di Indonesia, restoran-restoran seperti itu juga membidik segmen masyarakat asing yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata ke Indonesia, atau orang Indonesia yang memang sudah akrab dengan jenis-jenis menu makanan dari negara-negara tersebut.
Dilihat dari potensi pasarnya, bisnis rumah makan atau restoran di Indonesia memang sangat besar. Dan sebagian besar dari mereka adalah konsumen yang tinggal perkotaan yang berkisar 40% dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun demikian, peningkatan jumlah pengusaha yang memasuki bisnis ini membuat persaingan semakin ketat. Meningkatnya intensitas persaingan bisa mengarah pada suasana bisnis yang tidak sehat dan terancamnya eksistensi usaha-usaha restoran yang sudah ada. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh DR Lili Adiwibowo, Dosen Universitas Pendidikan Bandung menunjukkan bahwa intensitas persaingan yang meningkat yang ditandai oleh peningkatan suplai (meningkat pesatnya kehadiran restoran-restoran baru ) di suatu kota berkorelasi dengan menurunnya tingkat loyalitas konsumen kepada suatu restoran. (DR Lili Adiwibowo, Mengukur Tingkat Loyalitas Konsumen Restoran, Studi Kasus Usaha Restoran di Kota Bandung, 2006).
Menurut Lili,jumlah usaha restoran yang sangat banyak membuat konsumen yang memiliki “loyalitas total” terhadap suatu restoran semakin tipis. Sebagian besar konsumen memiliki perilaku selalu ingin mencoba menu-menu atau suasana restoran yang baru yang sering diistilahkan sebagai “mengeksplorasi rasa”. Kalaupun terdapat konsumen yang loyal, mereka termasuk dalam kategori advocates, yaitu mereka loyal terhadap suatu restoran dan memberikan rekomendasi kepada teman, kerabat serta orang lain atas produk yang ditawarkan suatu restoran. Akan tetapi hal itu belum menjamin mereka tetap loyal dan kebal terhadap penawaran pesaing. Karena apabila ada penawaran yang lebih menarik dari restoran lain dan memberikan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan cost (biaya) yang dikeluarkan , mereka cenderung switch atau berpindah.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari para pelaku bisnis restoran, dalam operasionalisasinya pada kurun satu tahun usaha restoran juga memiliki siklus-siklus waktu di mana terdapat bulan-bulan yang termasuk kategori ramai (peak season) dan ada pula bulan-bulan yang termasuk dalam kategori sepi (low season). Pada bulan-bulan seperti saat liburan panjang sekolah adalah termasuk bulan-bulan yang ramai dan puncak aktivitas bisnis usaha restoran akan tercapai pada bulan-bulan Puasa Ramadhan dan beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada bulan Ramadhan biasanya banyak aktivitas makan di luar rumah oleh rumah tangga atau kantor- kantor yang dikemas dalam acara buka puasa bersama dan setelah itu diikuti dengan merayakan Idul Fitri. Adapun bulan-bulan yang tergolong sepi adalah sekitar satu bulan setelah aktivitas Tahun Ajaran Baru dimana orang tua banyak mengeluarkan uang untuk biaya masuk sekolah dan pembelian peralatan sekolah. Aktivitas usaha restoran juga biasanya sepi dua bulan menjelang datangnya bulan Puasa Ramadhan karena sebagian besar orang sedang sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menyambut bulan Puasa dan Idul Fitri. Bisnis restoran juga biasanya sepi setelah dua minggu dari Lebaran karena kondisi keuangan telah “terkuras” untuk merayakan Lebaran.
Karakteristik usaha restoran yang seperti itu membuat para pelaku usaha ini harus mengantisipasinya sejak awal ketika memutuskan masuk ke bisnis restoran. Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan merancang strategi marketing (pemasaran) yang baik dan tepat dan melaksanakan strategi tersebut dengan konsisten. Tanpa langkah itu, maka sebuah restoran tidak akan mampu menjaga arus pengunjung dan akibatnya berdampak pada grafik penjualan yang naik turun secara tajam. Pemilihan strategi marketing yang baik dan menjalankan strategi tersebut dengan tepat dan konsisten adalah upaya untuk tetap menjaga dan meningkatkan kinerja penjualan dari waktu ke waktu.
Dalam merancang strategi pemasaran tentu harus memikirkan empat factor dasar yang menjadi pertimbangan agar efektif dan efisien, yaitu 4P (Product, Price, Promotion dan Place). Pada penulisan Laporan Kerja Praktek (LKP) ini, penulis akan memfokuskan diri pada aspek Promosi
Promosi (Promotion) menurut Tjiptono “…………adalah suatu jenis komunikasi pemasaran, artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan-perusahaan yang bersangkutan”. (Tjiptono , 2001 : 219)
Adapun tujuan perusahaan melakukan promosi, menurut Tjiptono adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading), serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Adapun menurut Philip Kotler (Kotler , 2001 : 98-100), terdapat lima jenis aktivitas promosi, yaitu :
1) Periklanan (advertising), yaitu bentuk promosi nonpersonal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2) Penjualan tatap muka (personal selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan (oral presentation) dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3) Publisitas (publicity) yaitu suatu bentuk promosi non-personal mengenai pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/ berita tentangnya.
4) Promosi penjualan (sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi di luar ketiga bentuk di atas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5) Promosi langsung (direct selling) yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembeli.
Berdasarkan pengamatan dan interaksi langsung antara penulis dengan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas operasional maupun dengan konsumen menunjukkan bahwa aktivitas promosi telah dilakukan sejak Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur berdiri pada tahun 2006. Upaya promosi dengan mengombinasikan aktivitas yang tercakup dalam promotion mix juga telah dilakukan secara rutin setiap tahun.
Hasil dari pengamatan dan interaksi langsung penulis dengan berbagai pihak selama melakukan Pratek Kerja Lapangan di Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur kemudian penulis tuangkan dalam karya tulis yang diberi judul : TINJAUAN DESKRIPTIF AKTIVITAS PROMOSI PADA RESTORAN PUSAT MANG KABAYAN CIBUBUR.
I.2 Materi Kerja Praktik
Sebagai wujud untuk memenuhi syarat akademik guna melengkapi persyaratan mencapai gelar Ahli Madya pada Program Diploma III Bisnis dan Kewirausahaan, maka setiap mahasiswa harus melakukan tugas akhir dalam bentuk kerja praktik. Kerja praktik tersebut dilakukan di instansi atau perusahaan-perusahaan dimana terdapat aspek kegiatan yang berkaitan dengan program studi yang diambil oleh mahasiswa tersebut.
Sebagaimana kita ketahui, di dalam setiap instansi atau perusahaan terdapat berbagai macam aspek atau bentuk aktivitas mulai dari aspek produksi, pengembangan sumber daya manusia, keuangan, marketing, human relation dan sebagainya. Dalam kaitan dengan kerja praktik yang dilakukan oleh penulis, aspek yang penulis soroti dan telaah adalah berkaitan dengan promosi sesuai dengan program studi penulis , yaitu Manajemen Pemasaran.
Dalam melakukan kerja praktik yang dilakukan di Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur, aspek promosi inilah yang menjadi fokus yang penulis amati dan kaji. Data dan fakta yang penulis kumpulkan tentunya data dan fakta yang berkaitan dengan aspek promosi tersebut. Pencarian dan pengumpulan data dan fakta penulis lakukan dalam ragam aktivititas sebagai berikut :
1) Aktivitas transaksi (proses jual beli) yang berlangsung dalam ruangan Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur.
2) Berusaha mengetahui strategi promosi yang dilakukan, budget (anggaran ) promosi yang disediakan dalam jangka waktu setahun.
3) Aktivitas berbagai macam promosi yang dilakukan oleh manajemen dan pertimbangan di balik pemilihan salah satu bentuk promosi.
4) Menggali informasi dalam bentuk interaksi tanya jawab (wawancara) denan pemilik, manajemen pengelola, karyawan dan para konsumen.
I.3. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktik
Kerja Praktik yang penulis lakukan pada Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur selama 2 (dua) minggu ini memiliki tujuan dan manfaat, antara lain :
I.3.1 Tujuan Kerja Praktik
Kerja Praktik ini memiliki tujuan, antara lain :
1. Mengetahui rencana, strategi dan penentuan anggaran (budget) aktivitas promosi yang dilakukan oleh Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur
2. Mengetahui jenis-jenis aktivitas promosi yang dilakukan oleh Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur.
I.3.2 Manfaat Kerja Praktik
Meskipun hanya dilakukan dalam jangka waktu dua minggu, namun kerja praktik yang dilakukan oleh penulis dengan terjun langsung ke perusahaan dengan mengkaji dan meneliti salah satu aspek kegiatan usaha yang berkaitan dengan program studi penulis, kerja praktik ini memiliki manfaat yang besar bagi berbagai pihak, antara lain :
1. Bagi Mahasiswa
a. Kerja praktik merupakan salah satu bentuk aktivitas untuk mengamati dan membuktikan penerapan atau implementasi berbagai teori yang penulis peroleh di bangku kuliah dengan “dunia nyata” dalam perusahaan.
b. Kerja praktik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui problem-problem riil di lapangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dan mengamati bagaimana problem-problem riil tersebut dicarikan solusinya.
c. Kerja praktik memberikan bekal ilmu tambahan yang tidak penulis peroleh dalam bangku kuliah dan membantu mempersiapkan aspek psikologis saat mahasiswa memasuki dunia kerja atau memutuskan menjadi pengusaha (businessman).
d. Kerja praktik akan menambah jejaring sosial ( social network) bagi mahasiswa yang sangat bemanfaat untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi.
2. Bagi Perusahaan
a. Sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan dengan member kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengkaji dan meneliti berbagai aspek operasional perusahaan.
b. Sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai dan budaya unggul perusaahaan kepada masyarakat luas melalui karya-karya tulis yang disusun oleh para mahasiswa setelah melakukan praktik kerja di perusahaan tersebut.
c. Menerima dan menyerap berbagai informasi baru dari para mahasiswa mengenai berbagai aspek teoritis dan praktis.
d. Menyebarluaskan semangat dan jiwa kewirausahaan kepada kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi.
3. Bagi Fakultas/ Perguruan Tinggi
a. Memperluas jejaring sosial (social network) antara Perguruan Tinggi dengan kalangan dunia usaha.
b. Melalui Laporan Kerja Pratik (LKP) yang disusun oleh mahasiswa dan kemudian didokumentasikan di Perguruan Tinggi, maka akan menjadi bank ilmu yang bisa digali oleh mahasiswa dan masyarakat luas.
c. Sebagai sarana memperoleh informasi untuk pengembangan keilmuan dan kurikulum pada Program Studi D-III Bisnis dan Kewirausahaan.
PENDAHULUAN restoran mang kabayan
I.1 Latar Belakang Masalah
Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia di manapun mereka berada. Dalam masyarakat tradisional, makan dan minum lebih untuk memenuhi kebutuhan tubuh dari rasa lapar dan haus. Mereka mencari bahan-bahan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh alam, baik berupa binatang buruan atau tanaman. Dengan teknik pengolahan dan bumbu-bumbu yang masih sangat sederhana, mereka menyajikan makanan dan minuman untuk anggota keluarga atau anggota komunitas mereka. Pengetahuan mengenai kandungan gizi dan vitamin yang terkandung dalam bahan makanan, teknik memasak yang bisa membuat rasa makanan dan minuman menjadi lezat dan cara penyajian yang menarik belum berkembang dengan baik.
Berbeda halnya dengan masyarakat moderen di mana urusan makan dan minum tidak hanya semata-mata untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Masyarakat moderen telah memberikan nilai lebih pada makanan dan minuman selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup (life style). Seiring dengan itu, berkembang pula ilmu membuat dan menyajikan makanan dan minuman (culinary) untuk memenuhi kebutuhan manusia moderen yang suka mencari hiburan di luar rumah bersama anggota keluarga dengan cara makan-makan di luar (dining out) , menjamu tamu atau relasi, baik dalam bentuk jamuan di rumah atau di tempat-tempat makan khusus yang kemudian dikenal sebagai rumah makan atau restoran.
Karena menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan dasar manusia, banyak orang meyakini bahwa bisnis makanan dan minuman tak akan pernah mati. Selagi manusia masih tinggal di muka bumi, mereka akan tetap membutuhkan makanan dan minuman. Dalam kondisi damai atau perang, dalam kondisi ekonomi suatu negara sedang baik atau tengah terkena krisis / resesi, semua orang tak akan melupakan makan dan minum. Karena itu, bisnis ini termasuk kebal krisis (recession proof).
Hal ini bisa ditunjukkan ketika Indonesia ditimpa krisis ekonomi yang sangat serius pada tahun 1997/1998, bisnis makanan dan minuman justru tumbuh pesat. Di Jakarta dan di berbagai kota besar muncul pusat-pusat jajanan yang dibuka oleh para pengusaha dadakan, yaitu para pekerja atau karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tempat kerjanya tutup atau bangkrut karena terkena krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter.
Memasuki tahun 2000-an, bisnis makanan dan minuman di Indonesia semakin tumbuh pesat. Selain didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus dan stabil , bisnis ini juga didorong oleh perkembangan selera konsumen. Iklim usaha rumah makan atau restoran yang sangat bagus ini dipengaruhi oleh beberapa factor. Pertama, memasuki era 2000-an liputan media massa, baik cetak dan elektronik terhadap dunia kuliner sangat pesat. Saat ini hampir semua stasiun TV, media cetak dan media online porsi pemberitaan atau tayangan yang cukup banyak mengenai dunia kuliner. Bahkan di media cetak ada media yang mempunyai spesifikasi khusus memuat berbagai hal mengenai dunia kuliner.
Kedua, sebagaimana telah disinggung di atas, dunia kuliner telah berkembang sebagai bagian dari gaya hidup (life style) manusia moderen. Maka berkembang semboyan YOU ARE WHAT YOU EAT. Apa yang Anda makan, menunjukkan siapa jati diri Anda dan mencerminkan citra dan status Anda di msyarakat. Banyak keluarga kelas menengah ke atas yang menyisihkan anggaran khusus yang dialokasikan untuk aktivitas makan-makan di luar bersama keluarga. Jika di waktu lalu pembicaraan-pembicaraan bisnis lebih banyak dilakukan di kantor, saat ini sudah umum jika pembicaraan bisnis antara satu orang dengan relasi atau mitra bisnisnya dilakukan di restoran atau tempat makan. Banyak pusat perbelanjaan atau mal yang di waktu lalu menempatkan tempat makan (food court) di tempat yang kurang strategis, saat ini banyak mal menengah ke atas yang menempatkan tempat makan di posisi yang sangat strategis dan didisain secara eksklusif. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat makan yang nyaman dan menyajikan menu-menu yang enak dan variatif. Ketiga, sebagian masyarakat menilai bahwa bisnis kuliner telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mendapat dukungan berupa iklim usaha dan berbagai macam aturan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya bisnis ini. Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, dunia kuliner telah berkembang sedemikian pesat dalam hal penciptaan aneka menu makanan dan minuman baru, teknik-teknik penyajian yang baru dan sebagainya.
Tak bisa dimungkiri bahwa usaha rumah makan, restoran atau kafe telah berkembang pesat di Indonesia dalam kurun 20 tahun belakangan ini. Di kota-kota besar selain banyak berdiri restoran yang dimiliki oleh pengusaha lokal dan nasional, belakangan juga banyak berdiri restoran yang menjadi cabang atau bagian dari jaringan restoran asing. Menurut data dari situs binaukm.com, jumlah restoran atau rumah makan di Indonesia pada tahun 2011 ini telah mencapai sekitar 250.000 unit. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 36.000 yang berbentuk badan hokum. Dari jumlah itu, hanya sekitar 10.000 yang masuk kategori usaha restoran yang mapan dan kuat. (binaukm.com).
Berdasarkan jenis menu atau makanan dan minuman yang dijual, di Indonesia terdapat tiga kategori besar rumah makan atau restoran. (Yasra Muhtarom, Prospek Bisnis Restoran Franchise, Makalah pada Seminar Menumbuhkan Entrepreuneurship di Kalangan Mahasiswa, Universitas Paramadina Jakarta, 15September 2006). Ketiga jenis usaha rumah makan atau restoran tersebut :
1) Restoran yang menjual menu utama makanan atau minuman tradisional asli Indonesia. Meskipun tidak ada data yang mampu menjelaskan berapa persen dari total bisnis rumah makan atau restoran yang menjual jenis menu utama ini, namun berdasarkan pengamatan empiris, persentase restoran ini cukup dominan. Menu yang mereka jual biasanya mengambil pilihan dari kelompok etnis tertentu yang memiliki tradisi kuliner yang kuat. Dari sini lahirlah restoran dengan spesifikasi menu seperti masakan Jawa, Sunda, Padang, Manado, Batak, Melayu, Makassar atau Aceh. Untuk satu jenis retoran dengan menu masakan Jawa saja, misalnya , terdapat berbagai varian lagi seperti Jawa Timuran, Jawa Tengahan atau Yogyakarta.
2) Restoran yang menjual menu Indonesia yang dipengaruhi tradisi kuliner asing.
Yang termasuk kategori restoran ini adalah mereka yang menjual menu masakan Cina (Chinese Food), masakan Arab atau Timur Tengah atau masakan India. Jenis restoran ini bisa tumbuh dan berkembang baik di Indonesia selain jumlah populasi masyarakat keturunan asing tersebut cukup besar, relasi dan interaksi masyarakat Indonesia sudah cukup lama dengan kelompok etnis tersebut sehingga banyak masakan seperti bakmi, bakso, nasi kebuli, dan kari telah lama diadopsi oleh menjadi bagian dari tradisi dan kekayaan kuliner Indonesia.
3) Restoran yang menjual menu asing
Restoran jenis ini di antaranya adalah restoran yang merupakan jaringan dari raksasa restoran asing. Mereka masuk ke Indonesia bekerja sama dengan pengusaha nasional dan biasanya dikembangkan dengan pola usaha waralaba (franchise). Beberapa nama restoran besar yang masuk kategori ini misalnya Mc Donald’s, Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken (KFC) , Burger King, Hoka Hoka Bento dan sebagainya. Berdasarkan perjanjian khusus, beberapa jaringan restoran itu setelah masuk ke Indonesia juga berusaha menyesuaikan diri dengan karakter konsumen Indonesia. Di restoran Mc Donald’s, misalnya, tak hanya menjual burger yang menjadi menu andalan mereka di seluruh dunia, tetapi juga bisa ditemui menu seperti nasi dan ayam goreng yang hanya bisa ditemukan di Mc Donald’s di Indonesia. Begitu juga seperti restoran KFC yang menjual nasi yang juga hanya bisa ditemukan di KFC Indonesia.
Beberapa restoran yang menjual menu makanan asing belakangan ini juga banyak yang masuk ke Indonesia seperti restoran yang menjual menu masakan Korea, Jepang, Perancis, Amerika Serikat, Vietnam, Italia atau Thailand. Selain membidik atau mencari sasaran konsumen warga negara masing-masing yang tinggal dan bekerja di Indonesia, restoran-restoran seperti itu juga membidik segmen masyarakat asing yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata ke Indonesia, atau orang Indonesia yang memang sudah akrab dengan jenis-jenis menu makanan dari negara-negara tersebut.
Dilihat dari potensi pasarnya, bisnis rumah makan atau restoran di Indonesia memang sangat besar. Dan sebagian besar dari mereka adalah konsumen yang tinggal perkotaan yang berkisar 40% dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun demikian, peningkatan jumlah pengusaha yang memasuki bisnis ini membuat persaingan semakin ketat. Meningkatnya intensitas persaingan bisa mengarah pada suasana bisnis yang tidak sehat dan terancamnya eksistensi usaha-usaha restoran yang sudah ada. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh DR Lili Adiwibowo, Dosen Universitas Pendidikan Bandung menunjukkan bahwa intensitas persaingan yang meningkat yang ditandai oleh peningkatan suplai (meningkat pesatnya kehadiran restoran-restoran baru ) di suatu kota berkorelasi dengan menurunnya tingkat loyalitas konsumen kepada suatu restoran. (DR Lili Adiwibowo, Mengukur Tingkat Loyalitas Konsumen Restoran, Studi Kasus Usaha Restoran di Kota Bandung, 2006).
Menurut Lili,jumlah usaha restoran yang sangat banyak membuat konsumen yang memiliki “loyalitas total” terhadap suatu restoran semakin tipis. Sebagian besar konsumen memiliki perilaku selalu ingin mencoba menu-menu atau suasana restoran yang baru yang sering diistilahkan sebagai “mengeksplorasi rasa”. Kalaupun terdapat konsumen yang loyal, mereka termasuk dalam kategori advocates, yaitu mereka loyal terhadap suatu restoran dan memberikan rekomendasi kepada teman, kerabat serta orang lain atas produk yang ditawarkan suatu restoran. Akan tetapi hal itu belum menjamin mereka tetap loyal dan kebal terhadap penawaran pesaing. Karena apabila ada penawaran yang lebih menarik dari restoran lain dan memberikan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan cost (biaya) yang dikeluarkan , mereka cenderung switch atau berpindah.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari para pelaku bisnis restoran, dalam operasionalisasinya pada kurun satu tahun usaha restoran juga memiliki siklus-siklus waktu di mana terdapat bulan-bulan yang termasuk kategori ramai (peak season) dan ada pula bulan-bulan yang termasuk dalam kategori sepi (low season). Pada bulan-bulan seperti saat liburan panjang sekolah adalah termasuk bulan-bulan yang ramai dan puncak aktivitas bisnis usaha restoran akan tercapai pada bulan-bulan Puasa Ramadhan dan beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada bulan Ramadhan biasanya banyak aktivitas makan di luar rumah oleh rumah tangga atau kantor- kantor yang dikemas dalam acara buka puasa bersama dan setelah itu diikuti dengan merayakan Idul Fitri. Adapun bulan-bulan yang tergolong sepi adalah sekitar satu bulan setelah aktivitas Tahun Ajaran Baru dimana orang tua banyak mengeluarkan uang untuk biaya masuk sekolah dan pembelian peralatan sekolah. Aktivitas usaha restoran juga biasanya sepi dua bulan menjelang datangnya bulan Puasa Ramadhan karena sebagian besar orang sedang sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menyambut bulan Puasa dan Idul Fitri. Bisnis restoran juga biasanya sepi setelah dua minggu dari Lebaran karena kondisi keuangan telah “terkuras” untuk merayakan Lebaran.
Karakteristik usaha restoran yang seperti itu membuat para pelaku usaha ini harus mengantisipasinya sejak awal ketika memutuskan masuk ke bisnis restoran. Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan merancang strategi marketing (pemasaran) yang baik dan tepat dan melaksanakan strategi tersebut dengan konsisten. Tanpa langkah itu, maka sebuah restoran tidak akan mampu menjaga arus pengunjung dan akibatnya berdampak pada grafik penjualan yang naik turun secara tajam. Pemilihan strategi marketing yang baik dan menjalankan strategi tersebut dengan tepat dan konsisten adalah upaya untuk tetap menjaga dan meningkatkan kinerja penjualan dari waktu ke waktu.
Dalam merancang strategi pemasaran tentu harus memikirkan empat factor dasar yang menjadi pertimbangan agar efektif dan efisien, yaitu 4P (Product, Price, Promotion dan Place). Pada penulisan Laporan Kerja Praktek (LKP) ini, penulis akan memfokuskan diri pada aspek Promosi
Promosi (Promotion) menurut Tjiptono “…………adalah suatu jenis komunikasi pemasaran, artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan-perusahaan yang bersangkutan”. (Tjiptono , 2001 : 219)
Adapun tujuan perusahaan melakukan promosi, menurut Tjiptono adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading), serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Adapun menurut Philip Kotler (Kotler , 2001 : 98-100), terdapat lima jenis aktivitas promosi, yaitu :
1) Periklanan (advertising), yaitu bentuk promosi nonpersonal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2) Penjualan tatap muka (personal selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan (oral presentation) dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3) Publisitas (publicity) yaitu suatu bentuk promosi non-personal mengenai pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/ berita tentangnya.
4) Promosi penjualan (sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi di luar ketiga bentuk di atas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5) Promosi langsung (direct selling) yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembeli.
Berdasarkan pengamatan dan interaksi langsung antara penulis dengan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas operasional maupun dengan konsumen menunjukkan bahwa aktivitas promosi telah dilakukan sejak Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur berdiri pada tahun 2006. Upaya promosi dengan mengombinasikan aktivitas yang tercakup dalam promotion mix juga telah dilakukan secara rutin setiap tahun.
Hasil dari pengamatan dan interaksi langsung penulis dengan berbagai pihak selama melakukan Pratek Kerja Lapangan di Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur kemudian penulis tuangkan dalam karya tulis yang diberi judul : TINJAUAN DESKRIPTIF AKTIVITAS PROMOSI PADA RESTORAN PUSAT MANG KABAYAN CIBUBUR.
I.2 Materi Kerja Praktik
Sebagai wujud untuk memenuhi syarat akademik guna melengkapi persyaratan mencapai gelar Ahli Madya pada Program Diploma III Bisnis dan Kewirausahaan, maka setiap mahasiswa harus melakukan tugas akhir dalam bentuk kerja praktik. Kerja praktik tersebut dilakukan di instansi atau perusahaan-perusahaan dimana terdapat aspek kegiatan yang berkaitan dengan program studi yang diambil oleh mahasiswa tersebut.
Sebagaimana kita ketahui, di dalam setiap instansi atau perusahaan terdapat berbagai macam aspek atau bentuk aktivitas mulai dari aspek produksi, pengembangan sumber daya manusia, keuangan, marketing, human relation dan sebagainya. Dalam kaitan dengan kerja praktik yang dilakukan oleh penulis, aspek yang penulis soroti dan telaah adalah berkaitan dengan promosi sesuai dengan program studi penulis , yaitu Manajemen Pemasaran.
Dalam melakukan kerja praktik yang dilakukan di Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur, aspek promosi inilah yang menjadi fokus yang penulis amati dan kaji. Data dan fakta yang penulis kumpulkan tentunya data dan fakta yang berkaitan dengan aspek promosi tersebut. Pencarian dan pengumpulan data dan fakta penulis lakukan dalam ragam aktivititas sebagai berikut :
1) Aktivitas transaksi (proses jual beli) yang berlangsung dalam ruangan Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur.
2) Berusaha mengetahui strategi promosi yang dilakukan, budget (anggaran ) promosi yang disediakan dalam jangka waktu setahun.
3) Aktivitas berbagai macam promosi yang dilakukan oleh manajemen dan pertimbangan di balik pemilihan salah satu bentuk promosi.
4) Menggali informasi dalam bentuk interaksi tanya jawab (wawancara) denan pemilik, manajemen pengelola, karyawan dan para konsumen.
I.3. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktik
Kerja Praktik yang penulis lakukan pada Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur selama 2 (dua) minggu ini memiliki tujuan dan manfaat, antara lain :
I.3.1 Tujuan Kerja Praktik
Kerja Praktik ini memiliki tujuan, antara lain :
1. Mengetahui rencana, strategi dan penentuan anggaran (budget) aktivitas promosi yang dilakukan oleh Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur
2. Mengetahui jenis-jenis aktivitas promosi yang dilakukan oleh Restoran Pusat Mang Kabayan Cibubur.
I.3.2 Manfaat Kerja Praktik
Meskipun hanya dilakukan dalam jangka waktu dua minggu, namun kerja praktik yang dilakukan oleh penulis dengan terjun langsung ke perusahaan dengan mengkaji dan meneliti salah satu aspek kegiatan usaha yang berkaitan dengan program studi penulis, kerja praktik ini memiliki manfaat yang besar bagi berbagai pihak, antara lain :
1. Bagi Mahasiswa
a. Kerja praktik merupakan salah satu bentuk aktivitas untuk mengamati dan membuktikan penerapan atau implementasi berbagai teori yang penulis peroleh di bangku kuliah dengan “dunia nyata” dalam perusahaan.
b. Kerja praktik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui problem-problem riil di lapangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dan mengamati bagaimana problem-problem riil tersebut dicarikan solusinya.
c. Kerja praktik memberikan bekal ilmu tambahan yang tidak penulis peroleh dalam bangku kuliah dan membantu mempersiapkan aspek psikologis saat mahasiswa memasuki dunia kerja atau memutuskan menjadi pengusaha (businessman).
d. Kerja praktik akan menambah jejaring sosial ( social network) bagi mahasiswa yang sangat bemanfaat untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi.
2. Bagi Perusahaan
a. Sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan dengan member kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengkaji dan meneliti berbagai aspek operasional perusahaan.
b. Sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai dan budaya unggul perusaahaan kepada masyarakat luas melalui karya-karya tulis yang disusun oleh para mahasiswa setelah melakukan praktik kerja di perusahaan tersebut.
c. Menerima dan menyerap berbagai informasi baru dari para mahasiswa mengenai berbagai aspek teoritis dan praktis.
d. Menyebarluaskan semangat dan jiwa kewirausahaan kepada kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi.
3. Bagi Fakultas/ Perguruan Tinggi
a. Memperluas jejaring sosial (social network) antara Perguruan Tinggi dengan kalangan dunia usaha.
b. Melalui Laporan Kerja Pratik (LKP) yang disusun oleh mahasiswa dan kemudian didokumentasikan di Perguruan Tinggi, maka akan menjadi bank ilmu yang bisa digali oleh mahasiswa dan masyarakat luas.
c. Sebagai sarana memperoleh informasi untuk pengembangan keilmuan dan kurikulum pada Program Studi D-III Bisnis dan Kewirausahaan.
Kamis, 20 Oktober 2011
prosedur mendirikan badan hukum
PROSEDUR PENDIRIAN PT (PERSEROAN TERBATAS)
Bentuk badan usaha PT adalah badan hukum perusahaan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para pengusaha. Hal ini dikarenakan badan hukum PT memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan badan hukum lainnya. Kelebihannya antara lain adalah luasnya bidang usaha yang dimiliki, kewenangan, dan tanggung jawab yang dimiliki terbatas kepada modal yang disetor.
Selain memiliki landasan hukum yang jelas seperti yang diatur dalam Undang-undang tentang PERSEROAN TERBATAS bentuk PT ini juga dirasakan lebih menjaga keamanan para pemegang saham/pemilik modal dalam berusaha.
Dasar hukum yang utama tentang pendirian PT-Perseroan Terbatas : Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1998 tentang Pemakaian Nama PT - Perseroan Terbatas.
Perbedaan antara PT dan CV adalah PT merupakan satu badan hukum yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Sehingga, PT dapat bertindak di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.
Pendirian PT minimal dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dan harus dibuat dengan Akta Otentik sebagai Akta Pendirian yang dibuat dihadapan Notaris yang berwenang.
Karakteristik Perseroan Terbatas antara lain :
1. Pendiriannya dapat dilakukan oleh Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing dalam rangka PMA
2. Proses pendirian, Perubahan atau Pembubaran Perusahaan diatur dengan Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas
3. Setiap pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas wajib mendapatkan Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI
4. Status PT Bersifat Terbuka atau Tertutup
5. Bersifat mencari keuntungan sebesar-besarnya
6. Status modalnya dapat berupa PMA, PMDN, BUMN atau Swasta Lokal
7. Modal Dasarnya diatur minimal Rp. 20 juta kecuali ditentukan lain sesuai kegiatan usahanya
8. Adanya Pemegang Saham sebagai pemilik modal yang secara jelas disebutkan dalam Akta Pendirian atau Perubannya baik atas nama perusahaan asing/lokal ataupun atas nama perorangan
9. Tanggung jawab dan pengawasan perusahaan dilakukan oleh Direktur dan Komisaris
10. Keputusan tertinggi berada didalam Keputusan RUPS-Rapat Umum Pemegang Saham
Apabila para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha berencana untuk ikut serta dalam tender yang dilakukan oleh instansi pemerintahan maupun swasta, maka harus dilengkapi dengan surat-surat lainnya, yaitu berupa :
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).
3. Tanda Daftar Perseroan
4. Keanggotaan pada KADIN dan Sertifikasi Kompetensi KADIN,
5. Keanggotaan pada Asosiasi dan Sertifikat Badan Usaha, serta Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi. (penjelasan lengkap pada halaman Sertifikasi Izin Tender)
Untuk mendapatkan statusnya sebagai Badan Hukum maka PT harus mendapatkan pengesahan Menteri Hukum & HAM RI, sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT)
Kualifikasi perusahaan berdasarkan SIUP
1. Perusahaan Besar adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahanya diatas Rp. 500.000.000 (limaratus juta rupiah)
2. Perusahaan Menengah adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahaanya Rp. 200.000.000 (duaratus juta rupiah) sampai Rp. 500.000.000 (limaratus juta rupiah)
3. Perusahaan Kecil adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahannya sampai dengan Rp. 200.000.000 (duaratus juta)
Tahapan proses pendirian PT :
TAHAP 1. Pengecekan & Pendaftaran Nama Perseroan
TAHAP 2. Pembuatan Akta Pendirian PT
TAHAP 3. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
TAHAP 4. NPWP-Nomor Pokok Wajib Pajak
TAHAP 5. Pengesahan Menteri Kehakiman & Ham RI
TAHAP 6. UUG/SITU-Surat Izin Tempat Usaha
TAHAP 7. SIUP-Surat Izin Usaha Perdagangan
TAHAP 8. TDP-Tanda Daftar Perusahaan
SYARAT PENDIRIAN PT
Mengisi formulir Pendirian PT
Mempersiapkan 2 (dua) nama PT sebagai alternatif
Melampirkan foto copy KTP para pendiri perseroan
Melampirkan foto copy KTP para pengurus (Direksi & Komisaris)
Melampirkan foto copy KK pimpinan perusahaan
Melampirkan foto copy Surat Kontrak/Sewa atau PBB tahun terakhir bukti kepemilikan tempat sesuai domisili perusahaan
Melampirkan foto copy Surat Keterangan dari pemilik gedung/kantor jika berdomisili di Gedung Perkantoran
Melampirkan foto copy SITU-Surat Izin Tempat Usaha berdasarkan Undang-Undang Gangguan untuk kegiatan usaha yang dipersyaratkan adanya SITU
BIAYA PAKET PROSES PENDIRIAN PT
NO GOLONGAN BIAYA PROSES PER PAKET
MULAI TAHAP 1 S.D TAHAP 8 MASA PROSES
(DALAM HARI KERJA)
1 SIUP BESAR Rp. 10.200.000,-/PAKET 51 HARI
2 SIUP MENENGAH Rp. 9.500.000,-/PAKET 51 HARI
3 SIUP KECIL Rp. 7.500.000,-/PAKET 51 HARI
Syarat pembayaran :
o 50% uang muka pada saat dokumen lengkap dan siap diproses
o 50% sisa pembayaran pada saat akan melakukan proses Tahap 4
Bentuk badan usaha PT adalah badan hukum perusahaan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para pengusaha. Hal ini dikarenakan badan hukum PT memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan badan hukum lainnya. Kelebihannya antara lain adalah luasnya bidang usaha yang dimiliki, kewenangan, dan tanggung jawab yang dimiliki terbatas kepada modal yang disetor.
Selain memiliki landasan hukum yang jelas seperti yang diatur dalam Undang-undang tentang PERSEROAN TERBATAS bentuk PT ini juga dirasakan lebih menjaga keamanan para pemegang saham/pemilik modal dalam berusaha.
Dasar hukum yang utama tentang pendirian PT-Perseroan Terbatas : Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1998 tentang Pemakaian Nama PT - Perseroan Terbatas.
Perbedaan antara PT dan CV adalah PT merupakan satu badan hukum yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Sehingga, PT dapat bertindak di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.
Pendirian PT minimal dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dan harus dibuat dengan Akta Otentik sebagai Akta Pendirian yang dibuat dihadapan Notaris yang berwenang.
Karakteristik Perseroan Terbatas antara lain :
1. Pendiriannya dapat dilakukan oleh Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing dalam rangka PMA
2. Proses pendirian, Perubahan atau Pembubaran Perusahaan diatur dengan Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas
3. Setiap pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas wajib mendapatkan Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI
4. Status PT Bersifat Terbuka atau Tertutup
5. Bersifat mencari keuntungan sebesar-besarnya
6. Status modalnya dapat berupa PMA, PMDN, BUMN atau Swasta Lokal
7. Modal Dasarnya diatur minimal Rp. 20 juta kecuali ditentukan lain sesuai kegiatan usahanya
8. Adanya Pemegang Saham sebagai pemilik modal yang secara jelas disebutkan dalam Akta Pendirian atau Perubannya baik atas nama perusahaan asing/lokal ataupun atas nama perorangan
9. Tanggung jawab dan pengawasan perusahaan dilakukan oleh Direktur dan Komisaris
10. Keputusan tertinggi berada didalam Keputusan RUPS-Rapat Umum Pemegang Saham
Apabila para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha berencana untuk ikut serta dalam tender yang dilakukan oleh instansi pemerintahan maupun swasta, maka harus dilengkapi dengan surat-surat lainnya, yaitu berupa :
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).
3. Tanda Daftar Perseroan
4. Keanggotaan pada KADIN dan Sertifikasi Kompetensi KADIN,
5. Keanggotaan pada Asosiasi dan Sertifikat Badan Usaha, serta Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi. (penjelasan lengkap pada halaman Sertifikasi Izin Tender)
Untuk mendapatkan statusnya sebagai Badan Hukum maka PT harus mendapatkan pengesahan Menteri Hukum & HAM RI, sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT)
Kualifikasi perusahaan berdasarkan SIUP
1. Perusahaan Besar adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahanya diatas Rp. 500.000.000 (limaratus juta rupiah)
2. Perusahaan Menengah adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahaanya Rp. 200.000.000 (duaratus juta rupiah) sampai Rp. 500.000.000 (limaratus juta rupiah)
3. Perusahaan Kecil adalah perusahaan yang memiliki Modal atau Kekayaan Bersih diluar investasi tanah dan bangunan atau Modal disetor dalam Akta Pendirian/Perubahannya sampai dengan Rp. 200.000.000 (duaratus juta)
Tahapan proses pendirian PT :
TAHAP 1. Pengecekan & Pendaftaran Nama Perseroan
TAHAP 2. Pembuatan Akta Pendirian PT
TAHAP 3. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
TAHAP 4. NPWP-Nomor Pokok Wajib Pajak
TAHAP 5. Pengesahan Menteri Kehakiman & Ham RI
TAHAP 6. UUG/SITU-Surat Izin Tempat Usaha
TAHAP 7. SIUP-Surat Izin Usaha Perdagangan
TAHAP 8. TDP-Tanda Daftar Perusahaan
SYARAT PENDIRIAN PT
Mengisi formulir Pendirian PT
Mempersiapkan 2 (dua) nama PT sebagai alternatif
Melampirkan foto copy KTP para pendiri perseroan
Melampirkan foto copy KTP para pengurus (Direksi & Komisaris)
Melampirkan foto copy KK pimpinan perusahaan
Melampirkan foto copy Surat Kontrak/Sewa atau PBB tahun terakhir bukti kepemilikan tempat sesuai domisili perusahaan
Melampirkan foto copy Surat Keterangan dari pemilik gedung/kantor jika berdomisili di Gedung Perkantoran
Melampirkan foto copy SITU-Surat Izin Tempat Usaha berdasarkan Undang-Undang Gangguan untuk kegiatan usaha yang dipersyaratkan adanya SITU
BIAYA PAKET PROSES PENDIRIAN PT
NO GOLONGAN BIAYA PROSES PER PAKET
MULAI TAHAP 1 S.D TAHAP 8 MASA PROSES
(DALAM HARI KERJA)
1 SIUP BESAR Rp. 10.200.000,-/PAKET 51 HARI
2 SIUP MENENGAH Rp. 9.500.000,-/PAKET 51 HARI
3 SIUP KECIL Rp. 7.500.000,-/PAKET 51 HARI
Syarat pembayaran :
o 50% uang muka pada saat dokumen lengkap dan siap diproses
o 50% sisa pembayaran pada saat akan melakukan proses Tahap 4
Minggu, 02 Oktober 2011
METODOLOGI RISET BISNIS
METODOLOGI RISET BISNIS
Analisis LKP oleh: Nama: Pandu Wiranegara, NPM30208949
1. Judul: "TINJAUAN KEGIATAN PROMISI PADA DEALER TERUS JAYA MOTOR SUKABUMI”
Pengarang: LINDA WINDASARI
Tahun: 2010
2. Tema: Pelayanan Pelanggan.
3. Latar Belakang Masalah: pada masa lalu,sebelum mengalami perkembangan seperti sekarang ini, kendaraan bermotor bisa di katakan sebagai salah satu barang mewah dan hanya sebagian kecil yang memiliki kendaraan bermotor tersebut. Semua itu mencerminkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan bermotor meningkat sangat pesat. Semua dapat di lihat dari dampak tingginya penggunaan kendaraan bermotor . Ada punhal tersebut di atas di karenakan para konsumen merasa bahwa dengan kendaraan bermotor banyak sekali keuntungan misalnya dari segi waktu untuk menempuh jarak akan lebih cepat ( efktif ) sehingga dapat mempermudah dan memperlancar segala aktivitas yang dilakukan. Begitupun dari segi biaya yang di keluarkan akan lebih murah (efisien)
4.Masalah: Dampak yang di timbulkan dengan munculnya berbagai jenis kendaraan baru yang beredar di pasaran membentuk kondisi pasar yang sangat kompetitif di bidang industri kendaraan yang mendorong terciptanya berbagai bentuk dan desain kendaraan bermotor yang dapat di terima oleh konsumen. Kondisi ini menuntun pelaku pasar untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang efektif dan efisien yang mencakup 4P yakni Product, Price, Place, dan Promotion. Keempat komponen pemasaran tersebut harus dapat di lakukan secara singkron.
5. Tujuan Riset: Mengetahui jenis-jenis kegiatan promosi yang dilakukan oleh Dealer Terus Jaya Motor, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi muda,serta menunjukkan keterbukkan perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai atau citra perusahaan di kalangan akedemis maupun publik.
6. Ruang lingkup materi : Dealer adalah penyedia jasa dan produk yang biasanya hanya menawarkan salah satu macam merk tertentu saja. Dealer Terus Jaya Motor adalah supplier resmi motor Honda. Penjualan sepeda motor dan penyediaan suku cadang asli motor honda serta bengkel untuk motor honda
7. Aktivitas dan kegiatan : sebagai Dealer resmi motor Honda aktivitas dan kegiatannya adalah berupa penjualan sepeda motor,penyediaan suku cadang asli motor honda serta bengkel resmi untuk motor honda. Serta melakukan promosi kepada masyarakat pembagian brosur produk Dealer Terus Jaya Motor.
8. Pembahasaan dan Analisis : Memahami kegiataan peromosi Dealer terus jaya motor. Pemasaran yang di lakukan perusahaan tersebut sesuai dengan teori di atas, dimana perusahaan dalam memuaskan keinginan dan kebutuhan dari setiap konsumen dan pelanggannya dengan melalui aktifitas penjualan. Terbukti dengan banyaknya konsumen dan calon pelanggan banyak yang datang untuk membel motor, menservice motor dan mengganti spareoart motor karena keinginan dan kebutuhan dari para konsumen dan pelanggan tersedia
9. Hasil : Kegiataan promosi yang di lakukan perusahaan yaitu menggunakan bauran promosi (promotional mix) yang terdiri dari publisitas(publicity)periklanan(advertising),penjualan pribadi (personal selling ) , dan promosi penjualan (sales promotion )
Analisis LKP oleh: Nama: Pandu Wiranegara, NPM30208949
1. Judul: "TINJAUAN KEGIATAN PROMISI PADA DEALER TERUS JAYA MOTOR SUKABUMI”
Pengarang: LINDA WINDASARI
Tahun: 2010
2. Tema: Pelayanan Pelanggan.
3. Latar Belakang Masalah: pada masa lalu,sebelum mengalami perkembangan seperti sekarang ini, kendaraan bermotor bisa di katakan sebagai salah satu barang mewah dan hanya sebagian kecil yang memiliki kendaraan bermotor tersebut. Semua itu mencerminkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan bermotor meningkat sangat pesat. Semua dapat di lihat dari dampak tingginya penggunaan kendaraan bermotor . Ada punhal tersebut di atas di karenakan para konsumen merasa bahwa dengan kendaraan bermotor banyak sekali keuntungan misalnya dari segi waktu untuk menempuh jarak akan lebih cepat ( efktif ) sehingga dapat mempermudah dan memperlancar segala aktivitas yang dilakukan. Begitupun dari segi biaya yang di keluarkan akan lebih murah (efisien)
4.Masalah: Dampak yang di timbulkan dengan munculnya berbagai jenis kendaraan baru yang beredar di pasaran membentuk kondisi pasar yang sangat kompetitif di bidang industri kendaraan yang mendorong terciptanya berbagai bentuk dan desain kendaraan bermotor yang dapat di terima oleh konsumen. Kondisi ini menuntun pelaku pasar untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang efektif dan efisien yang mencakup 4P yakni Product, Price, Place, dan Promotion. Keempat komponen pemasaran tersebut harus dapat di lakukan secara singkron.
5. Tujuan Riset: Mengetahui jenis-jenis kegiatan promosi yang dilakukan oleh Dealer Terus Jaya Motor, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi muda,serta menunjukkan keterbukkan perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai atau citra perusahaan di kalangan akedemis maupun publik.
6. Ruang lingkup materi : Dealer adalah penyedia jasa dan produk yang biasanya hanya menawarkan salah satu macam merk tertentu saja. Dealer Terus Jaya Motor adalah supplier resmi motor Honda. Penjualan sepeda motor dan penyediaan suku cadang asli motor honda serta bengkel untuk motor honda
7. Aktivitas dan kegiatan : sebagai Dealer resmi motor Honda aktivitas dan kegiatannya adalah berupa penjualan sepeda motor,penyediaan suku cadang asli motor honda serta bengkel resmi untuk motor honda. Serta melakukan promosi kepada masyarakat pembagian brosur produk Dealer Terus Jaya Motor.
8. Pembahasaan dan Analisis : Memahami kegiataan peromosi Dealer terus jaya motor. Pemasaran yang di lakukan perusahaan tersebut sesuai dengan teori di atas, dimana perusahaan dalam memuaskan keinginan dan kebutuhan dari setiap konsumen dan pelanggannya dengan melalui aktifitas penjualan. Terbukti dengan banyaknya konsumen dan calon pelanggan banyak yang datang untuk membel motor, menservice motor dan mengganti spareoart motor karena keinginan dan kebutuhan dari para konsumen dan pelanggan tersedia
9. Hasil : Kegiataan promosi yang di lakukan perusahaan yaitu menggunakan bauran promosi (promotional mix) yang terdiri dari publisitas(publicity)periklanan(advertising),penjualan pribadi (personal selling ) , dan promosi penjualan (sales promotion )
Kamis, 29 September 2011
PENGERTIAN BERBISNIS
Nama: Pandu wiranegara
Kelas : 3DD01
NPM : 30208949
Pengertian bisnis
SistemInformasiBisnis
• Bisnis→berasal dari business →busy →sibuk
• “Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaa nyang mendatang kankeuntungan”
• “suatu organisas iyang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya”(ilmuekonomi)
• Konteks: individu, komunitas atau pun masyarakat
Pengertian dan Fungsi Bisnis:
• Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari
• Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat(bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990]
• Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan[Griffin & Ebert]
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa : Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai(create value)melalu ipenciptaan barang dan jasa(create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Aspek-aspekbisnis:
• Kegiatan individu dan kelompok
• Penciptaan nilai
• Penciptaan barang dan jasa
• Keuntungan melalui transaksi.
Undang-undang dalam berbisnis :
• Undang-undang No.9 Tahun 1995 tentang usaha kecil, Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Usaha Kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan
memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta
kepemilikan sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini
2. . Usaha Menengah dan Usaha Besar adalah kegiatan ekonomi yang
mempunyai kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan
lebih besar daripada kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan
Usaha Kecil
3. Pemberdayaan adalah upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, dunia
usaha, dan masyarakat dalam bentuk penumbuhan iklim usaha,
pembinaan dan pengembangan sehingga Usaha Kecil mampu
menumbuhkan dan memperkuat dirinya menjadi usaha yang tangguh
dan mandiri
• Undang-undang N0 20 TAHUN 2008 Tentang USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH: Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
2. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
• Undang-undang N0 25 TAHUN 1992 Tentang P e r k o p er a s i a n: Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
3. Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.
4. Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi.
5. Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yangbersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi.
• Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat : Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi serta melindungi konsumen.Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif melalui terciptanya persaingan usaha yang sehat, dan menjamin kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi setiap orang, Menjaga praktek-praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan pelaku usaha.Menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha dalam rangka meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
• UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN :
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi kepada konsumen.
2. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
3. Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
4. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak
maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat
untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.
5. Jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen.
Rabu, 28 September 2011
Bentuk -Bentuk Pemasaran Melalui Internet Dengan Produk Unik ( Internet Marketing )
TVI EXPRESS INDONESIAperusahaan yang bergerak di bidang TRAVEL AGENTTENTANG TVI EXPRESS INDONESIA:TVI Express indonesia adalah Travel Ventures International adalah sebuah perusahaan multinasional ternama yang berkantor pusat di London, Inggris. TVI Express adalah perusahaan dinamis yang berdedikasi untuk memberikan konsumen berbasis gaya hidup terkini produk dan jasa travel dan hospitaliti yang paling menonjol, serta menyediakan peluang potensial untuk meningkatkan TVI Express melalui Usaha Penyaluran Independen.perusahaan menyediakan peluang usaha bagi para membernya untuk meningkatkan traf hidup, untuk meningkatkan penghasilan, agar bisa hidup layak dengan kehidupan yang lebih berkualitas.Penghasilan yang didapat oleh para membernya adalah hasil dari kerja keras yang telah dilakukan, dengan turut serta menjual produk-produk TVI Express International.Berikut ini adalah Profil lengkap perusahaan TVI Express indonesia (http://indotviexpress.wordpress.com/profil-tvi-express/)PRODUK/JASAProduk yang di tawarkan perusahaan adalah : Sepertihalnya perusahaan yang bergerak di bidang TRAVEL AGENT, TVI Express menyediakan product yang yang berhubungan dengan JASA PERJALANAN, antara lain• Tiket Penerbangan• Tiket Kapal Pesiar• Persewaan Mobil• Transaksi Hotel• Asuransi Perjalanan• Paket Perjalanan WisataTVI Express memberikan DISCOUNT kepada para membernya, apabila ingin menggunakan jasa TVI EXPRESS. Disamping itu TVI Express juga menyediakan peluang usaha bagi para membernya untuk meningkatkan traf hidup, untuk meningkatkan penghasilan, agar bisa hidup layak dengan kehidupan yang lebih berkualitas.Ingin lebih mengetahui produk / jasa yg di tawarkan perusahaan tersebut silahkan membuka link ini : http://indotviexpress.wordpress.com/product/.Info : Untuk memahami TVI Express International secara menyeluruh, saya sangat merekomendasikan untuk membuka link www.indotvi.biz. Web site support ini dikelola secara profesional yang menyajikan informasi terbaru dan fakta-fakta secara aktual dan berimbang mengenai TVI Express International.www.indotvi.bizWebsupport indoTVI.Biz adalah websupport terbesar, terbaik dan tercepat perkembangannya yang telah melahirkan ratusan multi jutawan bahkan milyarder baru di Indonesia. Sampai jumpa di puncak SUKSES !!Ferry Yulianto, ST(International Diamond)FERRY YULIANTOwww.tviexpress.com/ferrywinYour Business Partner+6287878369474+62.21-97118507BB Pin: 224531C8ferry.yulianto69@gmail.comWebsupport: www.indotvi.bizSumber: TVI EXPRESS INDONESIA kelompok kelas 3DD01 Pandu Wiranegara ( 30208949 )- Wahyu Stevanus P ( 30209804 )
Minggu, 08 Mei 2011
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP SIKAP KONSUMEN PADA GREEN PRODUCT COSMETICS
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP SIKAP
KONSUMEN PADA GREEN PRODUCT COSMETICS
(Studi Kasus pada Puri Ayu Martha Tilaar Sun Plaza Medan)
Marhayanie* dan Eka Laniasti Sihite**
* Departemen Staf Pengajar FE USU
** Alumni FE USU
Abstract
The purpose of the research is to examine the influence of the product attributes which is consist of the
product brand, product quality, product design, product label and product packing to consumer’s attitude toward
Green Product Cosmetics, that is for product of Martha Tilaar’s cosmetic.
The result of research indicate that the product attributes which is consist of the brand variable, quality,
design, label and packing are together have significant effect toward consumer’s attitude. The result also
indicates that quality variable and packing variable have positive and significant effect on consumer’s attitude
for Green Product Cosmetics, that is for product of Martha Tilaar’s cosmetic, while brand variable and label
have positive but not significant effect, and design variable has negative but not significant effect towards
consumer attitude.
Keywords: the product attributes, the consumer’s attitude
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan produk kosmetik memberi
peluang bisnis bagi para produsen kosmetik. Peluang
bisnis tersebut menciptakan keanekaragaman produk
kosmetik atau produk perawatan kulit yang kini
beredar di pasar, yaitu dari produk lokal sampai
produk impor, dan produk yang masuk secara legal
maupun illegal, sehingga konsumen dapat memilih
produk kosmetik yang terbaik bagi dirinya, dan
produk kosmetik tersebut dapat diperoleh dengan
mudah di pusat-pusat perbelanjaan dan khususnya di
klinik kecantikan.
Saat ini banyak produk kosmetik yang beredar
menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang
dapat mengganggu kesehatan para pengguna
kosmetik. Menurut Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM), bahan-bahan kimia yang
berbahaya tersebut antara lain Merkuri, Hidroquinon
lebih dari 2%, Asam retrinoat, Diethylene Glicol, zat
warna Rhodamin B dan Merah K3 serta
Chlorofluorocarbon.
Penggunaan bahan-bahan kosmetik yang
dilarang oleh BPOM tersebut dapat juga menimbulkan
masalah lingkungan. Masalah lingkungan tersebut
adalah masalah Pemanasan Global atau Global
Warming. Adanya isu lingkungan tersebut membentuk
sikap dan perilaku konsumen untuk memilih produk
yang alami, aman, dan ramah lingkungan. Oleh karena
itu perusahaan kosmetik perlu memperluas pasarnya
dengan menciptakan produk hijau kosmetik (Green
Product Cosmetics) (Johri dan Sahasakmontri, 1998:
265).
Martha Tilaar merupakan salah satu
perusahaan kosmetik yang menghasilkan produk
kosmetik bernuansa ketimuran dan mengandung
bahan alami. Produk kosmetik perusahaan Martha
Tilaar sudah dikenal sebagai salah satu produk hijau
kosmetik (Green Product Cosmetics) di dunia. Hal ini
terbukti dari hasil uji laboratorium di Paris yang
menyatakan bahwa bahan-bahan yang digunakan pada
produk Martha Tilaar bebas dari bahan-bahan kimia
berbahaya.
Konsumen dalam memilih produk terutama
produk kosmetik Martha Tilaar, mereka dapat melihat
atribut dari produk tersebut. Atribut produk yang
digunakan antara lain merek, kualitas, desain, label,
dan kemasan. Konsumen cenderung tertarik pada
produk yang memiliki merek yang terpercaya, kualitas
yang bagus, desain yang menarik, label yang dapat
menerangkan komposisi secara lengkap dari produk,
dan kemasan yang unik. Atribut produk tersebut dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen sebelum
membeli.
2. METODE PENELITIAN
2.1 Defenisi Operasional Variabel
Defenisi variabel-variabel yang diteliti adalah
sebagai berikut:
a. Variabel Bebas
Variabel Bebas yaitu atribut produk (X). Atribut
produk ini memiliki beberapa sub variabel, yaitu:
Merek Produk (X1), yaitu nama, istilah, tanda,
simbol atau desain, atau kombinasi di antaranya
agar mudah dikenali oleh konsumen.
Kualitas Produk (X2), yaitu kualitas kinerjakemampuan
produk untuk melaksanakan fungsi
yang diharapkan konsumen.
Desain Produk (X3), yaitu desain atau bentuk,
ukuran berat, warna, dan gaya yang menarik
perhatian konsumen sehingga produk selalu
diingat.
Label Produk (X4), yaitu mengidentifikasi produk
atau merek melalui keterangan-keterangan yang
tertera di produk tersebut.
Kemasan Produk (X5), yaitu pembungkus fisik
untuk melindungi produk dan sekaligus
menciptakan identitas unik kepada konsumen.
b. Variabel Terikat
Variabel Terikat yaitu Sikap Konsumen (Y).
Sikap konsumen yaitu menjelaskan motivasi,
perasaan emosional, proses kognitif terhadap
suatu objek oleh konsumen.
2.2 Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran atribut produk terhadap sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics, melalui
skala likert digunakan dengan lima tingkatan yang
diberi skor sebagai berikut (Sekaran, 2006: 31):
a. Sangat setuju diberi skor lima
b. Setuju diberi skor empat
c. Ragu-ragu diberi skor tiga
d. Tidak setuju diberi skor dua
e. Sangat tidak setuju diberi skor satu
2.3 Populasi dan Sampel
a. Populasi
Berdasarkan pra-survei yang dilakukan
peneliti, diketahui bahwa jumlah para pengunjung
Puri Ayu Martha Tilaar sejak bulan Januari sampai
bulan Maret 2008 sebanyak 2812 orang, dengan ratarata
populasi dalam sebulan adalah 937,33 dan
dibulatkan menjadi 937 orang.
b. Sampel
Penetapan jumlah sampel dilakukan dengan
menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan perhitungan
diperoleh sampel sebanyak 90,35 responden dan
dibulatkan menjadi 90 responden.
Pemilihan sampel dilakukan dengan
menggunakan metode purposive random sampling,
yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
karakter dan ciri-ciri yang ditentukan terlebih dahulu
untuk membatasi sampel (Sugiyono, 2004: 78).
Adapun karakter yang ditentukan adalah pengunjung
yang pernah dan sedang melakukan pembelian,
minimal telah 2 kali melakukan pembelian kosmetik
mulai dari januari 2008 sampai penelitian dilakukan,
dan telah berusia 17 tahun, sebagai pelanggan dewasa
yang dapat mengambil keputusan pembelian atau
paling tidak mempengaruhi keputusan pembelia
2.4 Metode Analisis Data
a. Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan metode
yang digunakan dengan mengadakan pengumpulan
data dan penganalisaaan data yang diperoleh sehingga
dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai
fakta-fakta dan sifat-sifat serta hubungan antar
fenomena yang diteliti.
b. Analisis Statistik
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi Linier Berganda digunakan
untuk mengetahui pengaruh dari variabel
bebas (Merek produk, kualitas produk, desain
produk, label produk, dan kemasan produk)
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 1, Januari 2008: 10 - 17
12
terhadap variabel terikat (Sikap konsumen).
Dengan persamaan yang digunakan adalah:
Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e
Keterangan:
Y = Sikap Konsumen
a = Konstanta
b1,b2,b3,b4,b5 = Koefisien Regresi Berganda
X1 = Variabel Merek Produk
X2 = Variabel Kualitas Produk
X3 = Variabel Desain Produk
X4 = Variabel Label Produk
X5 = Variabel Kemasan Produk
e = Standard Error
Sebelum data tersebut dianalisis, model
regresi berganda di atas harus memenuhi syarat
asumsi klasik, yaitu Uji Normalitas, Uji
Multikolonieritas, Uji Autokorelasi, Uji
Heteroskedastisitas. Model regresi yang sudah
memenuhi syarat asumsi klasik tersebut akan
digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian
hipotesis sebagai berikut:
1. Pengujian Koefisien Determinan (R2) atau
Goodness of Fit Test
Digunakan untuk melihat besar pengaruh variabel
bebas terhadap variabel terikat. Dari persamaan
dengan model persamaan tersebut akan dapat R2
atau Coefficient of Determination yang
menunjukkan persentase dari variasi variabel
keputusan pembelian yang mampu dijelaskan
oleh model.
Jika determinan (R2) semakin besar atau
mendekati sama, maka variabel bebas (X1, X2, X3,
X4, X5) terhadap variabel terikat (Y) semakin
kuat.
Jika determinan (R2) semakin kecil atau
mendekati satu, maka variabel terikat (Y) semakin
kecil.
2. Uji Serempak (Uji F)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui
apakah terdapat secara bersama-sama variabel
bebas terhadap variabel terikat. Uji F dilakukan
secara serentak untuk membuktikan hipotesis
awal tentang pengaruh atribut produk melalui
variabel merek produk (X1), kualitas produk (X2),
desain produk (X3), label produk (X4), kemasan
produk (X5) sebagai variabel bebas, terhadap
sikap konsumen (Y) sebagai variabel terikat.
Pengambilan keputusannya dengan
membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel.
Bila Fhitung lebih besar dari nilai Ftabel maka dapat
disimpulkan bahwa variabel bebas dalam model
mempengaruhi variabel terikat.
Model hipotesis yang digunakan adalah:
H0: b1 = b2 = b3 = b4 = b5=0 artinya variabel bebas
(X1, X2, X3, X4, X5) secara bersama-sama tidak
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat (Y).
H0: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 artinya variabel bebas
(X1, X2, X3, X4, X5) secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat (Y).
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel.
Kriteria pengambilan keputusan, yaitu:
H0 diterima bila Fhitung < Ftabel pada α = 5%
H0 ditolak bila Fhitung > Ftabel pada α = 5%
3. Uji secara Parsial (Uji-t).
Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat secara
parsial. Variabel bebas dikatakan berpengaruh
terhadap variabel terikat bisa dilihat dari
probabilitas variabel bebas dibandingkan dengan
tingkat kesalahannya (α). Jika probabilitas
variabel bebas lebih besar dari tingkat
kesalahannya (α) maka variabel bebas tidak
berpengaruh, tetapi jika probabilitas variabel
bebas lebih kecil dari tingkat kesalahannya (α)
maka variabel bebas tersebut berpengaruh
terhadap variabel terikat.
Model pengujiannya adalah:
H0 = bi = 0, artinya variabel bebas secara parsial
tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat.
Ha: bi ≠ 0, artinya variabel bebas secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat.
Nilai Thitung akan dibandingkan dengan nilai Ttabel.
Kriteria pengambilan keputusan, yaitu:
H0 diterima bila Thitung < Ttabel pada α = 5%
H0 ditolak bila Thitung > Ttabel pada α = 5%
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian
hipotesis yang telah diuraikan sebelumnya, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat Pengaruh
Atribut Produk terhadap Sikap Konsumen pada Green
Product Cosmetics (Studi Kasus pada Puri Ayu
Martha Tilaar Sun Plaza Medan), dengan penjelasan
sebagai berikut:
1. Uji Signifikan Simultan (Uji F) membuktikan
bahwa atribut produk yang terdiri dari variabel
merek, kualitas, desain, label dan kemasan secara
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
sikap konsumen.
2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) membuktikan bahwa
variabel kualitas (X2) dan variabel kemasan (X5)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics, yaitu
pada produk kosmetik Martha Tilaar, sedangkan
merek (X1), desain (X3) dan label (X4)
berpengaruh positif dan negatif namun tidak
signifikan terhadap sikap konsumen.
5. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
diperoleh dan keterbatasan yang ada dalam penelitian
ini, maka mengharuskan peneliti untuk memberikan
sarannya, dengan memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel
yang berpengaruh paling dominan adalah
kemasan produk, maka bagi pihak perusahaan
Martha Tilaar diharapkan dapat mempertahankan
dan meningkatkan nilai kemasan produk
kosmetiknya, agar sikap konsumen tidak beralih
kepada produk yang lain. Sedangkan kualitas
berpengaruh secara signifikan setelah kemasan,
hal ini membuktikan bahwa kualitas produk
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 1, Januari 2008: 10 - 17
16
kosmetik Martha Tilaar harus ditingkatkan agar
konsumen semakin yakin terhadap kualitas
produk kosmetik tersebut sebagai Green Product
Cosmetics.
2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
merek dan label berpengaruh secara positif,
sedangkan variabel desain berpengaruh negatif.
Perusahaan Martha Tilaar dalam hal ini, harus
dapat meningkatkan citra merek kosmetiknya,
agar merek semakin dikenal oleh konsumen, dan
label produk yang jelas sebaiknya dapat terus
ditingkatkan oleh pihak perusahaan agar
konsumen semakin percaya kepada produk
kosmetik Martha Tilaar. Variabel desain dalam
penelitian ini berpengaruh negatif, olehsebab itu
kepada perusahaan Martha Tilaar harus dapat
meningkatkan desain produk kosmetiknya agar
konsumen semakin tertarik dan menyukai produk
kosmetik tersebut.
3. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti
mengenai sikap konsumen pada Green Product
Cosmetics, disarankan dapat menambah variabelvariabel
yang berbeda dengan variabel yang
sebelumnya untuk memperkaya pengetahuan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics dan
melibatkan jumlah responden yang lebih besar
sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Pandu wiranegara :30208949
Adik Tri Kustanto : 34209443
Wahyu Stevanus P ( 30209804 )
KONSUMEN PADA GREEN PRODUCT COSMETICS
(Studi Kasus pada Puri Ayu Martha Tilaar Sun Plaza Medan)
Marhayanie* dan Eka Laniasti Sihite**
* Departemen Staf Pengajar FE USU
** Alumni FE USU
Abstract
The purpose of the research is to examine the influence of the product attributes which is consist of the
product brand, product quality, product design, product label and product packing to consumer’s attitude toward
Green Product Cosmetics, that is for product of Martha Tilaar’s cosmetic.
The result of research indicate that the product attributes which is consist of the brand variable, quality,
design, label and packing are together have significant effect toward consumer’s attitude. The result also
indicates that quality variable and packing variable have positive and significant effect on consumer’s attitude
for Green Product Cosmetics, that is for product of Martha Tilaar’s cosmetic, while brand variable and label
have positive but not significant effect, and design variable has negative but not significant effect towards
consumer attitude.
Keywords: the product attributes, the consumer’s attitude
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan produk kosmetik memberi
peluang bisnis bagi para produsen kosmetik. Peluang
bisnis tersebut menciptakan keanekaragaman produk
kosmetik atau produk perawatan kulit yang kini
beredar di pasar, yaitu dari produk lokal sampai
produk impor, dan produk yang masuk secara legal
maupun illegal, sehingga konsumen dapat memilih
produk kosmetik yang terbaik bagi dirinya, dan
produk kosmetik tersebut dapat diperoleh dengan
mudah di pusat-pusat perbelanjaan dan khususnya di
klinik kecantikan.
Saat ini banyak produk kosmetik yang beredar
menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang
dapat mengganggu kesehatan para pengguna
kosmetik. Menurut Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM), bahan-bahan kimia yang
berbahaya tersebut antara lain Merkuri, Hidroquinon
lebih dari 2%, Asam retrinoat, Diethylene Glicol, zat
warna Rhodamin B dan Merah K3 serta
Chlorofluorocarbon.
Penggunaan bahan-bahan kosmetik yang
dilarang oleh BPOM tersebut dapat juga menimbulkan
masalah lingkungan. Masalah lingkungan tersebut
adalah masalah Pemanasan Global atau Global
Warming. Adanya isu lingkungan tersebut membentuk
sikap dan perilaku konsumen untuk memilih produk
yang alami, aman, dan ramah lingkungan. Oleh karena
itu perusahaan kosmetik perlu memperluas pasarnya
dengan menciptakan produk hijau kosmetik (Green
Product Cosmetics) (Johri dan Sahasakmontri, 1998:
265).
Martha Tilaar merupakan salah satu
perusahaan kosmetik yang menghasilkan produk
kosmetik bernuansa ketimuran dan mengandung
bahan alami. Produk kosmetik perusahaan Martha
Tilaar sudah dikenal sebagai salah satu produk hijau
kosmetik (Green Product Cosmetics) di dunia. Hal ini
terbukti dari hasil uji laboratorium di Paris yang
menyatakan bahwa bahan-bahan yang digunakan pada
produk Martha Tilaar bebas dari bahan-bahan kimia
berbahaya.
Konsumen dalam memilih produk terutama
produk kosmetik Martha Tilaar, mereka dapat melihat
atribut dari produk tersebut. Atribut produk yang
digunakan antara lain merek, kualitas, desain, label,
dan kemasan. Konsumen cenderung tertarik pada
produk yang memiliki merek yang terpercaya, kualitas
yang bagus, desain yang menarik, label yang dapat
menerangkan komposisi secara lengkap dari produk,
dan kemasan yang unik. Atribut produk tersebut dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen sebelum
membeli.
2. METODE PENELITIAN
2.1 Defenisi Operasional Variabel
Defenisi variabel-variabel yang diteliti adalah
sebagai berikut:
a. Variabel Bebas
Variabel Bebas yaitu atribut produk (X). Atribut
produk ini memiliki beberapa sub variabel, yaitu:
Merek Produk (X1), yaitu nama, istilah, tanda,
simbol atau desain, atau kombinasi di antaranya
agar mudah dikenali oleh konsumen.
Kualitas Produk (X2), yaitu kualitas kinerjakemampuan
produk untuk melaksanakan fungsi
yang diharapkan konsumen.
Desain Produk (X3), yaitu desain atau bentuk,
ukuran berat, warna, dan gaya yang menarik
perhatian konsumen sehingga produk selalu
diingat.
Label Produk (X4), yaitu mengidentifikasi produk
atau merek melalui keterangan-keterangan yang
tertera di produk tersebut.
Kemasan Produk (X5), yaitu pembungkus fisik
untuk melindungi produk dan sekaligus
menciptakan identitas unik kepada konsumen.
b. Variabel Terikat
Variabel Terikat yaitu Sikap Konsumen (Y).
Sikap konsumen yaitu menjelaskan motivasi,
perasaan emosional, proses kognitif terhadap
suatu objek oleh konsumen.
2.2 Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran atribut produk terhadap sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics, melalui
skala likert digunakan dengan lima tingkatan yang
diberi skor sebagai berikut (Sekaran, 2006: 31):
a. Sangat setuju diberi skor lima
b. Setuju diberi skor empat
c. Ragu-ragu diberi skor tiga
d. Tidak setuju diberi skor dua
e. Sangat tidak setuju diberi skor satu
2.3 Populasi dan Sampel
a. Populasi
Berdasarkan pra-survei yang dilakukan
peneliti, diketahui bahwa jumlah para pengunjung
Puri Ayu Martha Tilaar sejak bulan Januari sampai
bulan Maret 2008 sebanyak 2812 orang, dengan ratarata
populasi dalam sebulan adalah 937,33 dan
dibulatkan menjadi 937 orang.
b. Sampel
Penetapan jumlah sampel dilakukan dengan
menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan perhitungan
diperoleh sampel sebanyak 90,35 responden dan
dibulatkan menjadi 90 responden.
Pemilihan sampel dilakukan dengan
menggunakan metode purposive random sampling,
yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
karakter dan ciri-ciri yang ditentukan terlebih dahulu
untuk membatasi sampel (Sugiyono, 2004: 78).
Adapun karakter yang ditentukan adalah pengunjung
yang pernah dan sedang melakukan pembelian,
minimal telah 2 kali melakukan pembelian kosmetik
mulai dari januari 2008 sampai penelitian dilakukan,
dan telah berusia 17 tahun, sebagai pelanggan dewasa
yang dapat mengambil keputusan pembelian atau
paling tidak mempengaruhi keputusan pembelia
2.4 Metode Analisis Data
a. Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan metode
yang digunakan dengan mengadakan pengumpulan
data dan penganalisaaan data yang diperoleh sehingga
dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai
fakta-fakta dan sifat-sifat serta hubungan antar
fenomena yang diteliti.
b. Analisis Statistik
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi Linier Berganda digunakan
untuk mengetahui pengaruh dari variabel
bebas (Merek produk, kualitas produk, desain
produk, label produk, dan kemasan produk)
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 1, Januari 2008: 10 - 17
12
terhadap variabel terikat (Sikap konsumen).
Dengan persamaan yang digunakan adalah:
Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e
Keterangan:
Y = Sikap Konsumen
a = Konstanta
b1,b2,b3,b4,b5 = Koefisien Regresi Berganda
X1 = Variabel Merek Produk
X2 = Variabel Kualitas Produk
X3 = Variabel Desain Produk
X4 = Variabel Label Produk
X5 = Variabel Kemasan Produk
e = Standard Error
Sebelum data tersebut dianalisis, model
regresi berganda di atas harus memenuhi syarat
asumsi klasik, yaitu Uji Normalitas, Uji
Multikolonieritas, Uji Autokorelasi, Uji
Heteroskedastisitas. Model regresi yang sudah
memenuhi syarat asumsi klasik tersebut akan
digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian
hipotesis sebagai berikut:
1. Pengujian Koefisien Determinan (R2) atau
Goodness of Fit Test
Digunakan untuk melihat besar pengaruh variabel
bebas terhadap variabel terikat. Dari persamaan
dengan model persamaan tersebut akan dapat R2
atau Coefficient of Determination yang
menunjukkan persentase dari variasi variabel
keputusan pembelian yang mampu dijelaskan
oleh model.
Jika determinan (R2) semakin besar atau
mendekati sama, maka variabel bebas (X1, X2, X3,
X4, X5) terhadap variabel terikat (Y) semakin
kuat.
Jika determinan (R2) semakin kecil atau
mendekati satu, maka variabel terikat (Y) semakin
kecil.
2. Uji Serempak (Uji F)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui
apakah terdapat secara bersama-sama variabel
bebas terhadap variabel terikat. Uji F dilakukan
secara serentak untuk membuktikan hipotesis
awal tentang pengaruh atribut produk melalui
variabel merek produk (X1), kualitas produk (X2),
desain produk (X3), label produk (X4), kemasan
produk (X5) sebagai variabel bebas, terhadap
sikap konsumen (Y) sebagai variabel terikat.
Pengambilan keputusannya dengan
membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel.
Bila Fhitung lebih besar dari nilai Ftabel maka dapat
disimpulkan bahwa variabel bebas dalam model
mempengaruhi variabel terikat.
Model hipotesis yang digunakan adalah:
H0: b1 = b2 = b3 = b4 = b5=0 artinya variabel bebas
(X1, X2, X3, X4, X5) secara bersama-sama tidak
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat (Y).
H0: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 artinya variabel bebas
(X1, X2, X3, X4, X5) secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat (Y).
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel.
Kriteria pengambilan keputusan, yaitu:
H0 diterima bila Fhitung < Ftabel pada α = 5%
H0 ditolak bila Fhitung > Ftabel pada α = 5%
3. Uji secara Parsial (Uji-t).
Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat secara
parsial. Variabel bebas dikatakan berpengaruh
terhadap variabel terikat bisa dilihat dari
probabilitas variabel bebas dibandingkan dengan
tingkat kesalahannya (α). Jika probabilitas
variabel bebas lebih besar dari tingkat
kesalahannya (α) maka variabel bebas tidak
berpengaruh, tetapi jika probabilitas variabel
bebas lebih kecil dari tingkat kesalahannya (α)
maka variabel bebas tersebut berpengaruh
terhadap variabel terikat.
Model pengujiannya adalah:
H0 = bi = 0, artinya variabel bebas secara parsial
tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat.
Ha: bi ≠ 0, artinya variabel bebas secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel terikat.
Nilai Thitung akan dibandingkan dengan nilai Ttabel.
Kriteria pengambilan keputusan, yaitu:
H0 diterima bila Thitung < Ttabel pada α = 5%
H0 ditolak bila Thitung > Ttabel pada α = 5%
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian
hipotesis yang telah diuraikan sebelumnya, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat Pengaruh
Atribut Produk terhadap Sikap Konsumen pada Green
Product Cosmetics (Studi Kasus pada Puri Ayu
Martha Tilaar Sun Plaza Medan), dengan penjelasan
sebagai berikut:
1. Uji Signifikan Simultan (Uji F) membuktikan
bahwa atribut produk yang terdiri dari variabel
merek, kualitas, desain, label dan kemasan secara
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
sikap konsumen.
2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) membuktikan bahwa
variabel kualitas (X2) dan variabel kemasan (X5)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics, yaitu
pada produk kosmetik Martha Tilaar, sedangkan
merek (X1), desain (X3) dan label (X4)
berpengaruh positif dan negatif namun tidak
signifikan terhadap sikap konsumen.
5. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
diperoleh dan keterbatasan yang ada dalam penelitian
ini, maka mengharuskan peneliti untuk memberikan
sarannya, dengan memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel
yang berpengaruh paling dominan adalah
kemasan produk, maka bagi pihak perusahaan
Martha Tilaar diharapkan dapat mempertahankan
dan meningkatkan nilai kemasan produk
kosmetiknya, agar sikap konsumen tidak beralih
kepada produk yang lain. Sedangkan kualitas
berpengaruh secara signifikan setelah kemasan,
hal ini membuktikan bahwa kualitas produk
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 1, Januari 2008: 10 - 17
16
kosmetik Martha Tilaar harus ditingkatkan agar
konsumen semakin yakin terhadap kualitas
produk kosmetik tersebut sebagai Green Product
Cosmetics.
2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
merek dan label berpengaruh secara positif,
sedangkan variabel desain berpengaruh negatif.
Perusahaan Martha Tilaar dalam hal ini, harus
dapat meningkatkan citra merek kosmetiknya,
agar merek semakin dikenal oleh konsumen, dan
label produk yang jelas sebaiknya dapat terus
ditingkatkan oleh pihak perusahaan agar
konsumen semakin percaya kepada produk
kosmetik Martha Tilaar. Variabel desain dalam
penelitian ini berpengaruh negatif, olehsebab itu
kepada perusahaan Martha Tilaar harus dapat
meningkatkan desain produk kosmetiknya agar
konsumen semakin tertarik dan menyukai produk
kosmetik tersebut.
3. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti
mengenai sikap konsumen pada Green Product
Cosmetics, disarankan dapat menambah variabelvariabel
yang berbeda dengan variabel yang
sebelumnya untuk memperkaya pengetahuan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap
konsumen pada Green Product Cosmetics dan
melibatkan jumlah responden yang lebih besar
sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Pandu wiranegara :30208949
Adik Tri Kustanto : 34209443
Wahyu Stevanus P ( 30209804 )
Langganan:
Postingan (Atom)